UPSUS PAJALE

Pedoman Umum UPSUS (Upaya Khusus)

Dalam pencapaian swasembada berkelanjutan padi  dan jagung serta swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta swasembada kedelai, lahan merupakan salah satu faktor produksi utama yang tidak tergantikan. Berdasarkan hasil Audit Lahan Kementeritan Pertanian tahun 2012, luas baku lahan sawah 8.132.346 hektar. Indeks Pertanaman rata-rata nasional 140% dan produktivitas rata-rata nasional padi 5,13 ton/ha, jagung 4,93 ton/ha, dan kedelai 1,51 ton/ha (ARAM II BPS 2014).

Selain itu ketesediaan ari khususnya irigasi sangat menetukan keberhasilan seasembada tersebut. Menurut Keptusan Menteri PU Nomor 293/KPTS/M/2014 tanggal 10 Juni  tahun 2014, sawah yang mempunyai jaringan irigasi seluas 7.145.168 hektar dengan tingkat kerusakan jaringan irigasi primer dan sekunder seluas 3.288.993 hektar serta kerusakan jarigan tersier seluas 2.069.484 hektar. Berdasark Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 Tentang Irigasi, tanggung jawab pengelolaan jaringan primer dna sekunder terbagi menjadi tiga kewenangan yaitu : Pemerintah Pusat (Kementerian PU dan Perumahan Rakyat), Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, sementara jaringan tersier menjadi tanggung jawab petani.

Permasalahan substantif yang dihadapi dalam percepatan pencapaian swasembada pangan antara lain : (1) alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian; (2) rusaknya infrastuktur/jaringan irigasi; (3) semakin berkurangnya dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian serta kurangnya peralatan mekanisasi pertanian;(4) masih tingginya susut hasil (losses); (5) belum terpenuhinya kebutuhan pupuk dan benih sesuai rekomendasi spesifik lokasi serta belum memenuhi enam tepat; (6) lemahnya permodalan petani; (7) harga komoditas pangan jatuh dan sulit memasarkan hasil pada saat panen raya.

Kementerian Pertanian telah menetapkan Upaya Khusus (UPSUS) pencapaian swasembada  berkelanjutan padi dan jagung serta swasembada kedelai melalaui kegiatan rehabilitasi jaringanirigsi tersier dan kegiatan pendukung lainya, antara lain : Pengembangan Jaringan Irigasi, Optimasi Lahan, Pengembangan System of Rice Intensification (SRI), Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT), Optimasi Perluasan Areal Tanam Kedelai melalui Peningkatan Indeksi Pertanaman (PAT-PIP Kedelai), Perluasan Areal Tanam Jagung (PAT Jagung), Penyediaan Sarana dan Prasarana Pertanian (benih, pupuk, pestisida, alat dan mesin pertanian), Pengendalian OPT dan Dampak Perubahan Iklim, Asuransi Pertanian dan Pengawalan/Pendampingan.

Pedoman Umum UPSUS (Upaya Khusus)

Web Analytics