Pin It

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB, sebagaimana yang tertuang di dalam Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pertanian No. 19/Permentan/OT.020/5/2017 tanggal 22 Mei 2017, tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian yang merupakan unit pelaksana teknis di bidang pengkajian teknologi pertanian spesifik lokasi dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dikoordinasikan oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Kementerian Pertanian.


BPTP mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengkajian, perakitan, pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. Untuk tupoksi tersebut maka BPTP NTB menyusun Rencana Operasional yang berpedoman pada Rencana Strategis Badan Litbang Pertanian 2020-2024. Mengacu pada Rencana Operasional tersebut, maka pada tahun 2020 BPTP NTB mengimplementasikan program utama Badan Litbang Pertanian yaitu “Penciptaan Teknologi dan Inovasi Pertanian Bioindustri Berkelanjutan” melalui Kegiatan Pengkajian dan Percepatan Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian. Hasil pengukuran capaian kinerja pada tahun 2020 menunjukkan rata-rata capaian realisasi sebesar 107%. Rata-rata nilai capaian diatas 100% berdasarkan indikator penilaian dikategorikan sangat berhasil. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum kegiatan BPTP NTB telah dilakukan sesuai dengan rencana yang ditetapkan serta melebihi target capaian.

Pada aspek pengelolaan anggaran, dari enam kali revisi anggaran DIPA BPTP NTB yang awalnya sebesar Rp 19.877.098.000,- dalam perjalanannya mengalami revisi yang disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah untuk : Penanganan Covid-19; Penambahan alokasi anggaran untuk koordinasi dan sosialisasi litkaji, penanganan pandemi Covid-19, pengembalian belanja pegawai, penambahan anggaran yang bersumber dari PNBP, serta penambahan anggaran Hibah langsung Luar Negeri ACIAR; dan yang terakhir adanya perbaikan/ralat kode KPPN. Berdasarkan revisi ke enam setelah penambahan anggaran ACIAR hingga revisi ke tujuh pada tanggal 23 Desember 2020 pagu anggaran menjadi Rp 15.410.709.000. Sedangkan realisasi anggaran per 31 Desember 2020 sebesar Rp 15.223.055.870,- (98,78%).


Keberhasilan capaian kinerja pada tahun 2020 antara lain dipacu oleh koordinasi yang baik antara pihak manajemen dengan pelaksana kegiatan pengkajian dan diseminasi, ketersediaan sarana dan prasaranan yang memadai, kesiapan dan kelengkapan dokumen perencanaan yang tepat waktu, serta adanya pemantauan berkala terhadap seluruh kegiatan melalui monitoring dan evaluasi. Namun demikian, ada beberapa kendala yang masih perlu untuk diupayakan perbaikan pada sumberdaya yang ada di BPTP NTB dengan mengoptimalkan kegiatan yang telah disusun dalam dokumen perencanaan kegiatan dan RKA-KL, serta mengoptimalkan koordinasi, sinkronisasi, dan sosialisasi kegiatan berbasis online.

+ Selengkapnya...

Web Analytics