Parent Category: Informasi Publik
Created: Saturday, 20 June 2020 15:28
Last Updated: Saturday, 20 June 2020 15:28
Published: Saturday, 20 June 2020 15:28
Written by Admin
Hits: 120

Salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang berada di daerah adalah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Secara administratif keberadaannya dalam koordinasi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pertanian No. 19/Permentan/OT.020/5/2017 tanggal 22 Mei 2017, bahwa tugas pokok BPTP adalah melaksanakan pengkajian, perakitan, pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. Dalam melaksanakan tugasnya, setiap UK/UPT memiliki standar mutu dalam pelayanan terhadap masyarakat, mempunyai konsistensi dan komitmen terhadap mutu manajemen dalam pelaksanaan tupoksi dan fungsi organisasi dengan baik. Standar performance tersebut tertuang dalam rencana kinerja tahunan Balai yang perlu diukur tingkat capaian kinerjanya pada setiap akhir tahun berjalan. Indikator kinerja yang digunakan dalam mengukur keberhasilan capaian kinerja kegiatan yang dilakukan BPTP NTB adalah: input, output, outcome, manfaat dan dampak. Indikator pencapaian tujuan adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan dengan memperhitungkan indicator masukan (input), keluaran (output), dan hasil (outcome).

Tahun 2019 merupakan tahun kelima dari pelaksanaan Rencana Operasional Kegiatan BPTP NTB 2015-2019. Secara umum tingkat capaian kinerja BPTP NTB tahun 2019 menunjukkan performance yang baik.

Kinerja balai juga terlihat dari capaian realisasi belanja sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL). Hingga 31 Desember 2019, realisasi keuangan satker BPTP NTB sampai dengan akhir TA. 2019 mencapai Rp 24.513.169.922 (98,62%) dari total anggaran yang dialokasikan dalam DIPA TA. 2019 yaitu sebesar Rp 24.855.724.000. Dari masing-masing jumlah belanja, realisasi anggaran belanja yang paling besar serapannya adalah belanja pegawai sebesar 99,57% (Rp 7.631.304.781), kemudian anggaran belanja modal sebesar 99,21% (Rp. 1.152.198.499,) dan anggaran belanja barang sebesar 98,13% (Rp 15. 729.666.642,-). Adapun sisa anggaran belanja dari DIPA BPTP NTB Tahun 2019 yaitu sebesar 1,38% (Rp 342.554.078,-) yang sebagian besar merupakan anggaran belanja barang.

+ Selengkapnya...

Web Analytics