Parent Category: Informasi Publik
Created: Saturday, 20 June 2020 15:19
Last Updated: Saturday, 20 June 2020 15:20
Published: Saturday, 20 June 2020 15:19
Written by Admin
Hits: 122

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang berada di daerah. Secara administratif berada dalam koordinasi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Berdasarkan Permentan No.19/Permentan/OT.020/ 5/2017; BPTP diberi tugas untuk melaksanakan pengkajian, perakitan, pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. Dalam melaksanakan tugasnya dansesuai dengan semangat reformasi dan perubahan birokrasi, setiap UK/UPT memiliki standar performance sesuai standar mutu dalam pelayanan terhadap masyarakat, mempunyai konsistensi dan komitmen terhadap mutu manajemen dalam pelaksanaan tupoksi dan fungsi organisasi dengan baik. Standar performance tersebut tertuang dalam rencana kinerja tahunan Balai yang perlu diukur tingkat capaian kinerjanya pada setiap akhir tahun berjalan. Indikator yang digunakan dalam mengukur keberhasilan capaian kinerja kegiatan yang dilakukan BPTP NTB adalah: masukan, keluaran, hasil, manfaat dan dampak. Indikator pencapaian tujuan adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan dengan memperhitungkan indikator masukan (input). keluaran (output) dan hasil (outcome). Tahun 2018 merupakan tahun keempat pelaksanaan Rencana Operasional Kegiatan BPTP NTB 2015-2019. Secara umum tingkat capaian kinerja BPTP NTB tahun 2018 menunjukkan performance yang baik. Kinerja balai juga terlihat dari capaian realisasi belanja sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL). Hingga 31 Desember 2018, realisasi keuangan satker BPTP NTB mencapai Rp. 57.164.153.256 (62,23%) dari total anggaran yang dialokasikan dalam DIPA TA. 2018 sebesar Rp 91.864.403.000. Dari masing-masing jumlah belanja, realisasi belanja yang paling besar serapannya adalah belanja non operasional sebesar Rp. 43.599.141.438 (56,82%), kemudian anggaran belanja pegawai sebesar Rp. 7.389.286.286, (96,53%) belanja modal Rp 4.799.072.048 (78,84%) dan anggaran belanja operasional sebesar Rp. 1.376.653.484 (99,24%).

+ Selengkapnya...

Web Analytics