Pin It

Berdasarkansurat keputusan Menteri Pertanian Nomor: 350/Kpts/OT.210/6/2001,Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)diberi tugas untuk melaksanakan pengkajian dan perakitan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. Dalam melaksanakan tugasnya, BPTP sebagai ujung tombak Badan Litbang Pertanian di daerah secara umum melaksanakan penelitian/pengkajian komoditas pertanian, dan perakitan teknologi tepat guna spesifik lokasi. Berdasarkan Visi dan Misi, tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan Balai, terdapat 9 strategi utama yang ditempuh oleh BPTP untuk melaksanakan tupoksinya. Sedangkan pengukuran tingkat capaian kinerja BPTP NTB Tahun 2017 dilakukan dengan cara membandingkan antara target indikator kinerja sasaran dengan realisasinya.

Tahun 2017 merupakan tahun kedua pelaksanaanRencana Operasional Kegiatan BPTP NTB 2015-2019.Secara umum tingkat capaian kinerja BPTP NTB tahun 2017 menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan relatif telah tercapai walaupun masih terdapat kegiatan yang belum sepenuhnya terealisasi sesuai target. Dalam pencapaian sasaran tersebut, masih dijumpai beberapa kendala yang secara aktif telah diupayakan untuk diperbaiki oleh seluruh jajaran BPTP NTB dengan mengoptimalkan kegiatan koordinasi dan sinkronisasi serta sosialisasi peningkatan kapabilitas dan pembinaan program.

Dari kegiatan pengkajian dan diseminasi, sebagian besar terealisasi, kecuali untuk produksi benih yang akan terrealisasi menyebrang tahun, karena masih dalam pertanaman. Selain realisasi kegiatan Litkaji dan diseminasi, capaian kinerja balai juga terlihat dari capaian realisasi belanja sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL), dimana untuk TA. 2017 relatif telah terpenuhi.Hingga akhir tahun 2017, realisasi keuangan satker BPTP NTBmencapai Rp. 19.984.620.745 (73,16%) dari total pagu anggaran yang dialokasikan dalam DIPA TA. 2017 yaitu sebesar Rp 27.316.064.000.Dari masing-masing jumlah belanja, realisasi anggaran belanja yang paling besar serapannya adalah belanja non operasional sebesar Rp.8.864.785.647, kemudian anggaran belanja pegawaisebesar Rp. 7.538.285.216, belanja modal Rp 2.229.421.154 dan anggaran belanja operasionalsebesar Rp.1.352.128.728.

+ Selengkapnya...

Web Analytics