Parent Category: Informasi Publik
Created: Saturday, 20 June 2020 14:35
Last Updated: Saturday, 20 June 2020 14:35
Published: Saturday, 20 June 2020 14:35
Written by Admin
Hits: 119

Berdasarkan surat keputusan Menteri Pertanian Nomor: 350/Kpts/OT.210/6/2001, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) diberi tugas untuk melaksanakan pengkajian dan perakitan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. Dalam melaksanakan tugasnya, BPTP sebagai ujung tombak Badan Litbang Pertanian di daerah secara umum melaksanakan penelitian/pengkajian komoditas pertanian, dan perakitan teknologi tepat guna spesifik lokasi. Berdasarkan Visi dan Misi, tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan Balai, terdapat 9 strategi utama yang ditempuh oleh BPTP untuk melaksanakan tupoksinya. Sedangkan pengukuran tingkat capaian kinerja BPTP NTB Tahun 2016 dilakukan dengan cara membandingkan antara target indikator kinerja sasaran dengan realisasinya.

Tahun 2016 merupakan tahun kedua pelaksanaan Rencana Operasional Kegiatan BPTP NTB 2015-2019. Secara umum tingkat capaian kinerja BPTP NTB tahun 2016 menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan relatif telah tercapai walaupun masih terdapat kegiatan yang belum sepenuhnya terealisasi sesuai target. Dalam pencapaian sasaran tersebut, masih dijumpai beberapa kendala yang secara aktif telah diupayakan untuk diperbaiki oleh seluruh jajaran BPTP NTB dengan mengoptimalkan kegiatan koordinasi dan sinkronisasi serta sosialisasi peningkatan kapabilitas dan pembinaan program.

Dari kegiatan pengkajian dan diseminasi, sebagian besar terealisasi, kecuali untuk produksi benih yang akan terrealisasi menyebrang tahun, karena masih dalam pertanaman. Selain realisasi kegiatan Litkaji dan diseminasi, capaian kinerja balai juga terlihat dari capaian realisasi belanja sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL), dimana untuk TA. 2016 relatif telah terpenuhi. Hingga akhir tahun 2016, realisasi keuangan satker BPTP NTB mencapai Rp. 22.378.496.673 (92.33 %) dari total anggaran yang dialokasikan dalam DIPA TA. 2016, jika dari total anggaran yang dikurangi blokir maka realisasi TA. 2016 dapat mencapai 97,97%. Dari masing-masing jumlah belanja, realisasi anggaran belanja yang paling besar serapannya adalah belanja pegawai sebesar 99.77% (Rp. 7.690.626.405), kemudian anggaran belanja barang sebesar 88.95% (Rp. 14.015.626.568,) dan anggaran belanja modal sebesar 87.22% (Rp. 672.243.700,-).

+ Selengkapnya...

Web Analytics