Perakitan Dan Pengembangan Paket Teknologi Hemat Air Dan Ramah Lingkungan Budidaya Bawang Merah Di Lahan Kering NTB

Pin It

Kerasama dengan : SMARTD TA. 2017

Pemanfaatan lahan kering iklim kering untuk budidaya bawang merah sangat potensial di Nusa tenggara Barat. Namun demikian pemanfaatannya dihadapkan pada berbagai kendala baik secara fisik maupun secara sosial dan ekonomi terutama ketersediaan air yang terbatas dan pengendalian hama dan penyakit. Cara pengairan yang dilakukan semua petani bawang merah di NTB saat ini adalah dengan cara dileb dan disiram. Cara ini sangat tidak cocok untuk diterapkan pada budidaya bawang merah di lahan kering terutama pada tanah dengan tekstur kasar. Demikian juga petani sangat tergantung kepada pestisida kimia dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman sementara biopestisida tidak pernah digunakan. Pengkajian perakitan dan pengembangan paket teknologi hemat air dan ramah lingkungan untuk budidaya bawang merah di lahan kering iklim kering NTB memberikan solusi bagi petani dalam mengatasi permasalahan keterbatasan air dan mengurangi ketergantungan petani kepada pestisida kimia dan beralih untuk menggunakan biopestisida dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman bawang merah. Pengkajian ini sedang dilaksanakan selama 2 tahun (2017-2018). Tujuan umum penelitian ini adalah memperoleh dan mengembangkan paket teknologi hemat air dan ramah lingkungan (biopestisida dan biourin) untuk meningkatkan produktivitas bawang merah di lahan kering iklim kering NTB. Sedangkan tujuan tahun 2017 adalah mendapatkan paket teknologi hemat air dan ramah lingkungan (biopestisida dan biourin) yang efektif untuk meningkatkan produktivitas bawang merah di NTB dan menentukan kebutuhan air bawang merah selama periode pertumbuhannya serta Memverifikasi dan kalibrasi alat ukur lengas tanah dalam menentukan saat pengairan yang tepat untuk bawang merah. Pengkajian dilakukan dilahan petani dengan melibatkan anggota kelompok tani mulai dari perencanaan sampai pada evaluasi keunggulan dari komponen paket teknologi yang diujikan. Percobaan ditata dengan rancangan acak kelompok dengan factorial (factor konsentrasi dan interval aplikasi biourin). Penentuan jumlah air yang dibutuhkan oleh tanaman bawang merah selama pertumbuhannya dilakukan dengan percobaan di rumah kaca dan di lahan petani. Data tersebut digunakan untuk kalibrasi dan verifikasi alat bantu lengas tanah yang telah dirancang di BPTNTB. Data dianalisis dengan mengunakan analisis keragaman (Anova) dan metode perbandingan. Lokasi percobaan di kelompok tani Gedeng Srikaya Desa Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya. Wilayah tersebut merupakan kawasan penanaman bawang merah, merupakan wilayah lahan kering iklim kering. Sumber air yang diganakan berasal dari sumur bor dengan kedalaman 60-100 meter. System pengairan yang dilakukan oleh petani adalah dengan cara di leb. Hasil pengkajian menetapkan paket teknologi hemat air dan ramah lingkungan budidaya bawang merah dilahan kering iklim kering telah dihasil. Paket teknologi tersebut merupakan pengkayaan dari paket teknologi proliga bawang merah dengan menambahkan komponen teknologi metode pengairan dengan sprinkler dan penambahan biourin dan trichoderma. Produktivitas bawang merah dipengaruhi oleh konsentrasi dan interval pemberian biourin. Pemberian biourin mampu meningkatkan hasil bawang merah dari 19,7 ton/ha dengan cara petani menjadi 30,7 ton/ha basah pada konsentrasi 15% dengan aplikasi setiap 4 hari sekali. Dengan demikian biourin mampu meningkatkan hasil sebsar 56% dibandingkan dengan cara petani. Konsentrasi biourin yang paling optimal untuk meningkatkan hasil bawang merah adalah 12 % dengan interval pemberian setiap 4 hari sekali pada pertumbuhan optimum (umur 20-45 hst).Kebutuhan air irigasi selama pertumbuhan tanaman dengan menggunakan sprinkler sebesar 343,8 mm jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pengairan dengan cara di leb dan mampu menghemat air sebanyak 84%. Alat uji lengas tanah telah diverifikasi untuk menentukan waktu pemberian air yang tepat untuk tanaman bawang merah dan hasil verifikasi menunjukkan bahwa uji lengas tanah yang dihasilkan oleh alat tersebut yang mirip dengan hasil uji lengat tanah dengan metode gravimetri. Dengan demikian alat uji lengas tanah dapat digunakan untuk menentukan waktu pemberian air yang tepat pada tanaman bawang merah secara tepat. Beberapa saran yang disampaikan dari pengkajian ini antara lain bahwa Paket teknologi budidaya bawang merah yang hemat air dan ramah lingkungan telah dibangun dari hasil pengkajian tahun 2017. Namun demikian paket teknologi tersebut belum di adaptasikan pada sekala yang lebih luas pada skala system usahatani bawang merah. Hal ini dilakukan juga untuk dapat menganalisis kelayakan secara social, ekonomi dan teknis dari penerapan teknologi tersebut. Alat uji lengas tanah telah dapat digunakan untuk menentukan waktu pengairan tanaman bawang merah. Namun jumlah air yang akan diberikan pada setiap kali pengairan masih belum bisa ditentukan oleh alat tersebut. Hal ini perlu dilakukan pengujian lebih lanjut agar alat tersebut tidak hanya mampu menentukan waktu pengairan tetapi juga jumlah air yang akan diberikan pada setipa pemberian air tanaman bawang merah.

Kata Kunci: bawang merah, lahan kering, biourin, trichoderma, paket teknologi hemat air, ramah lingkungan.


Web Analytics