Mengenal Varietas Unggul Baru Padi di Visitor Plot Balitbangtan di BPTP NTB

Pin It

Varietas Unggul Baru (VUB) Padi merupakan salah satu inovasi Badan Litbang Pertanian untuk  peningkatan produktivitas padi untuk mendukung swasembada pangan.  Visitor Plot BPTP NTB pada musim tanam MK II bulan Juni tahun 2020 telah melaksanakan penanaman beberapa VUB padi  fungsional dan non fungsional sebagai media display keragaan pertanaman dan ketahanan terhadap organisme pengganggu tanaman dilapangan. Beberapa padi varietas fungsional yang telah di display antara lain varietas Inpari IR Nutri Zinc, Basmati Aromatik (Baroma), Padi Merah Pulen (Pamelen), Padi Hitam (Jeliteng), Tarabas  dan Padi Ketan Putih (Paketih), sedangkan padi non fungsional seperti varietas Inpari 42 GSR, Inpari 45, Cakrabuana dan Mantap pada lahan seluas 0,14 ha di lahan Visitor Plot BPTP NTB di Narmada.

Berikut dokumentasi keragaan VUB padi fungsional yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan fungsional untuk peran kesehatan.

a.      Varietas Inpari IR Nutri Zinc untuk mengatasi stunting anak

b.      Varietas Basmati Aromatik (Baroma) untuk kuliner

 

c.       Varietas Pamelen kaya antioksidan

d.      Varietas Jeliteng kaya antosianin

e.      Varietas Tarabas untuk kuliner

f.        Varietas Paketih untuk kuliner

Dokumentasi Padi Non Fungsional melalui display di visitor plot menjadi alternatif bagi petani karena memiliki potensi hasil tinggi ≥ 8 ton/ha.

   

a.      Varietas Inpari 42 GSR

b.      Varietas Inpari 45

   

c.       Varietas Cakra Buana

d.      Varietas Mantap

 

Varietas padi fungsional dan non fungsional ini telah banyak terdiseminasi kepada stakeholder terkait seperti petani, petani penangkar dan penyuluh serta pengampu kebijakan lainnya melalui kunjungan – kunjungan yang telah dilaksanakan.

Setelah panen pada musim MK II, maka visitor plot kembali digunakan untuk menanam display  VUB padi gogo. Varietas Unggul Baru Padi Gogo merupakan salah jadi inovasi Balitbangtan untuk optimalisasi produktivitas lahan kering. Lahan kering memiliki karakteristik lahan dengan factor pembatas seperti air dan iklim, sehingga untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan inovasi berupa pertanaman padi yang toleran terhadap kekeringan, namun tetap memiliki produktivitas yang tinggi. Saat ini BPTP NTB sebagai UPT Balitbangtan di Nusa Tenggara Barat melaksanakan display VUB Padi Gogo varietas Rindang 2 dan Inbrida padi gogo (Inpago) 11 dengan cara tanam benih langsung dengan jajar legowo 2:1 pada musim tanam MH. Berdasarkan deskripsi pertanaman Varietas Rindang 2 memiliki potensi hasil 7.39 ton/ha dengan umur tanaman 113 hari dan memiliki keunggulan toleran kekeringan dan toleran penyakit blas.  Sedangkan varietas Inpago 11 memiliki potensi hasil 6.0 ton/ha dengan umur tanaman 111 hari dan memiliki keunggulan toleran kekeringan pada fase vegetatif dan toleran terhadap penyakit blas.  Penanaman telah dilaksanakan pada tanggal 17 September 2020 dan saat ini dilaksanakan kegiatan pemeliharaan pertanaman berupa pemupukan pertama pada saat tanaman berumur 10 hari setelah tanam. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk NPK 200 kg/ha dan Urea 50 kg/ha untuk mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman.

Dokumentasi Kegiatan pemeliharaan tanaman padi gogo di visitor plot BPTP NTB.

   

a.      Pemupukan VUB Rindang 2

b.      Pemupukan VUB Inpago 11

 

Pemeliharaan lanjutan direncanakan berupa kegiatan penyiangan dan pemupukan susulan setelah tanaman berumur 14 hari setelah tanam.

(Hiryana Windiyani dan Mujiono)

Web Analytics