Berita

BPTP NTB SELENGGARAKAN BIMTEK “PERTANIAN TERPADU, PERTANIAN MASA DEPAN” DI BIMA

#SobatTani, Sistem pertanian terpadu merupakan solusi pertanian masa depan, pertanian input luar rendah, pertanian organik tanpa limbah, untuk meningkatkan kapasitas produksi dan ketersediaan pangan bagi rumah tangga dan masyarakat. Olehnya, BPTP NTB menyelenggarakan Bimbingan Teknis Sistem Pertanian Terpadu Spesifik Lokasi “Pertanian Terpadu, Pertanian Masa Depan” di Paruga Nae Convention Hall Bima, (10/11/2021). Hadir dalam acara tersebut, Kepala BPTP NTB, Anggota Komisi IV DPR RI, Kepala Balitsereal, Kadis Peternakan Kab. Bima, Kadis Pertanian dan Perkebunan Kab. Bima dan Kota Bima, PPL, Penangkar Benih, Petani, Peneliti dan Penyuluh BPTP NTB.
 
 
Kepala BPTP (Dr. Ir. Awaludin Hipi, MSi) menyampaikan bahwa mulai akhir tahun ini dan kedepannya Kementerian Pertanian menggagas program Sistem Pertanian Terpadu karena program kita masih parsial. “Sistem Pertanian terpadu merupakan solusi kedepan, bagaimana mengintegrasilkan tanaman dan ternak dalam satu kesatuan yang kita kenal sebagai Low Eksternal Input Suistanable Agriculture (LEISA). Dalam konsep LEISA semua dikelola dalam bentuk integrasi dan tidak ada yang terbuang; limbah dari tanaman digunakan untuk pakan ternak dan limbah dari ternak menjadi pupuk”, demikian kata Ka. Balai menjelaskan.
 
Lebih Lanjut, disampaikan bahwa lahan sawah kita di NTB berdasarkan hasil analisa dalam keadaan sakit. “Bukan saja manusia saja yang sakit tapi lahan kita juga sakit, yang ditandai dengan kandungan C-Organiknya sudah kurang dari 2%, artinya bahan organik mari kita kembalikan ke lahan sawah kita dan ini menjadi salah satu konsep pertanian terpadu, pertanian masa depan. Kita akan mulai dan kita akan dampingi agar berhasil dan bermanfaat utk masyarakat”, demikian Ka. Balai.
 
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bima (Ir. Syaifudin) menyampaikan bahwa dari dulu sudah banyak inovasi teknologi yang sudah dihasilkan tapi masyarakat belum banyak mendalaminya seperti Urea Molases Blok, Pupuk Cair, dan Silase. Mudah mudahan dengan kegiatan ini dapat menyemangati petani untuk mempelajari dan menerapkannya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bima diwakili Kabid Tanaman Pangan mengucapkan terima kasih atas pendampingan yang terus dilakukan BPTP NTB. Sistem Pertanian terpadu misalnya berbasis sorgum artinya dalam satu kawasan nantinya akan ada sorgum, ternak, tanaman tahunan yang akan menjaga kesinambungan lingkungan dan tanaman sayuran yang akan menjamin keseimbangan konsumsi. “Artinya kita punya alternatif kedepan, Pertanian terintegrasi ini menjadi gerbang kita menuju pertanian yang maju, mandiri dan modern”, demikian Kadis Pertanian Kab. Bima.
 
Kadis Pertanian Kota Bima diwakili Kabid Tanaman Pangan dalam sambutannya menjelaskan pengertian dan manfaat system pertanian terpadu yang menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Pertanian dalam upaya meningkatkan pangan dan produksi nasional. “Diharapkan dari sistem pertanian terpadu mampu memberikan penghasilan harian, bulanan, dan tahunan”, demikian Kadis Pertanian Kota Bima.
 
Anggota Komisi IV DPR RI (H. M. Syafrudin, ST., MM) dalam arahannya menyatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan semangat untuk pertanian di seluruh Indonesia. Disampaikan juga akan diserahkan bantuan benih padi Inpari 42 sebanyak 60 ton kepada petani di Pulau Sumbwa. “Kalau ini kita akumulasi jika satu orang satu hektar maka 2400 KK yang akan mendapatkan manfaatnya”, demikian HMS. Diakhir, HMS menyampaikan selamat mengikuti bimtek kepada petani, semoga bermanfaat dan menjadi petani yang luar biasa.
Selanjutnya disampaikan materi: 1). Prospek Tanaman Sorgum untuk Pangan, Pakan & Biofuel oleh Dr. M. Azrai (Kepala Balitsereal); 2) Sistem Pertanian Terpadu:Sebuah Refleksi dan Identifikasi Titik Ungkit oleh Dr. M. Nazam; 3) Inovasi Teknologi Pakan Ternak berbasis Sorgum oleh Dr. Tanda Panjaitan; 4) Teknologi Pengolahan Limbah Ternak oleh Lia Hadiawati, M.Sc; dan, 5) Diversifikasi Pangan berbasis Sorgum oleh Dr. Ulyatu Fitrotin.
Untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, Ka. BPTP NTB Bersama Anggota Komisi IV DPR RI menyerahkan bantuan benih padi inpari 42 sebanyak 25 ton kepada perwakilan petani Kota Bima dan Kabupaten Bima.
 
 
 
Web Analytics