Berita

Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Ke Nusa Tenggara Barat: “Dengan UPSUS Produksi Padi Minimal Meningkat 20%”

Pin It

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat selama dua hari, (3-4/02/2015) dalam rangka mensosialisasikan program  UPSUS (Upaya Khusus) Peningkatan Produksi padi, jagung dan kedelai, sekaligus melihat perkembangan kegiatan di lapangan. Kunjungan pada hari pertama dipusatkan di dua tempat yaitu di Dusun Songkar Desa Aik Mual, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, dan di Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Menteri Pertanian didampingi pejabat Kementerian Pertanian, antara lain Dr. Mei Rochjat selaku Ketua Tim UPSUS Wilayah NTB, para Direktur lingkup Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Badan Ketahanan Pangan, dan Biro Perencanaan. Juga hadir Direksi dari BUMN Pupuk, PT SHS, dan PT Pertani. Dari jajaran Pemprov NTB hadir Wakil Gubernur, Muhammad Amin, kepala SKPD terkait, Kepala BPTP NTB, TNI-AD, Polda, demikian juga para pejabat lingkup pemkab Lombok Tengah.

Menteri Pertanian merasa puas setelah melihat perbaikan jaringan irigasi di saluran tersier Dusun Songkar dan menyatakan bahwa ini dapat dipakai sebagai contoh untuk perbaikan jaringan irigasi di tempat lain. Dalam sambutannya, Menteri Pertanian  menyampaikan bahwa persoalan utama pertanian secara nasional adalah banyaknya saluran irigasi yang rusak, kekurangan traktor, dan kelangkaan benih dan pupuk di setiap wilayah di Indonesia. Dalam upaya mencapai swasembada padi, jagung, kedelai dan ternak sapi, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian Republik Indonesia akan fokus pada pembangunan irigasi tresier, jalan usaha tani,  dan sumur bor. Selain itu,  untuk optimasi lahan pertanian, pemerintah akan memberikan bantuan berupa benih dan pupuk.

Lebih jauh Menteri Pertanian menyampaikan bahwa untuk mendukung program UPSUS di NTB,  Kementerian Pertanian melalui dana APBN,  akan memperbaiki jaringan irigasi untuk 1,5 juta ha lahan pertanian, optimasi lahan seluas 500.000 ha, bantuan traktor roda dua sebanyak 6.100 unit, pompa air 2.328 unit, bantuan benih dan pupuk untuk luasan 102.000 ha. Selain bantuan untuk komoditas pertanian, pemerintah pusat juga akan memberikan bantuan untuk peningkatan produksi ternak sapi yaitu berupa bantuan Inseminasi Buatan (IB) gratis pada sapi dimana Provinsi NTB akan mendapat bantuan 40 ribu unit semen beku, sehingga dalam tiga tahun setelah pelaksanaan diharapkan peningkatan produksi sebesar 20-30% dari perkiraan 80% anak sapi yang hidup.

Amran Sulaiman kembali mengingatkan semboyan “Singsingkan lengan baju, kencangkan ikat pingang, turun kesawah, untuk mencapai swasembada pangan”. Dengan bantuan yang sangat besar sepanjang pembangunan pertanian di Indonesia tersebut, diharapkan peningkatan produksi padi minimal 20%. Amran Sulaiman berkali-kali menekankan hal ini dan meminta petani bersungguh-sungguh menepati janji untuk meningkatkan produksi pangan.

Kunjungan berikutnya di lokasi calon bendungan Mujur di Desa Mujur. Di sini Menteri Pertanian berdialog dengan para petani dan petugas dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara Barat. Petugas BWS menyampaikan bahwa belum siapnya pembangunan bendungan Mujur karena belum adanya AMDAL. Menteri Pertanian secara spontan langsung menelpon Menteri PU dan Perumahan Rakyat, dan dari hasil pembicaraan, telah disetujui bahwa AMDAL segera dituntaskan segera, sehingga bendungan dapat segera dibangun. Menurut perhitungan bendungan Mujur akan dapat mengairi areal persawahan seluas 13.500 ha.

Hari kedua kunjungan Menteri Pertanian di NTB dilanjutkan di kelompok ternak “Geger Girang” di Desa Anjani Kabupaten Lombok Timur. Terdapat 128 ekor sapi di kelompok tersebut yang berasal dari bantuan APBN 2012, kredit ketahanan pangan dan energi Bank BRI, serta sapi pribadi milik anggota kelompok. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Lombok Timur, Hairul Warisin dan jajaran SKPD lingkup Pemkab Lombok Timur.

Menyaksikan perkembangan kelompok tersebut,  Menteri Pertanian merasa optimis dengan perkembangan penggemukan sapi di kelompok tani tersebut khususnya, dan NTB umumnya. Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga   memberikan bantuan secara langsung kepada Ketua Kelompok Tani Geger Girang Amaq Syamsudin. Bantuan ini berupa semen beku untuk keperluan inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik pada sapi. Kementerian pertanian akan menambah bantuan kepada kelompok tani yang ada di Lombok Timur jika mampu meningkatkan keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) menjadi 80%. IB merupakan salah satu upaya yang ditempuh sebagai solusi untuk menekan impor daging sapi dari luar negeri.

Usai meninjau pembibitan dan penggemukan sapi, Menteri Pertanian melanjutkan peninjauan ke lokasi perbaikan irigasi tersier P3A “Beriuk Genjer” di Kecamatan Masbagik, Lombok Timur dan dirangkai dengan kunjungan ke Distributor Pupuk bersubsidi CV hidayat. Selesai dari CV Hidayat, rombongan Menteri Pertanian melakukan dialog dengan para penyuluh pertanian lapangan dan petani di kantor Unit Penyuluhan Pertanian (UPP atau BPP) Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur.

Dalam acara dialog tersebut, Menteri Pertanian mengajak para penyuluh dan petani untuk meningkatkan hasil produksi pertanian sebesar 20% dalam upaya mensukseskan program swasembada pangan. “Jika peningkatan hasil pertanian tercapai maka negara tidak akan mengimpor beras dari luar negeri. Jangan sampai kita terus menerus diberi makan oleh negara lain, jika perlu kita yang memberi makan negara lain”, demikian ditekankan Amran Sulaiman. Lebih lanjut dijelaskan, jika petani mampu meningkatkan hasil pertaniannya 20%, maka Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan tambahan untuk para petani, diantaranya anggaran untuk irigasi, sarana produksi dan alsintan. “Tugas utama kementerian pertanian adalah untuk meningkatakan kesejahteraan petani” tegasnya.

Selain menyampaikan pesan untuk para petani, Menteri Pertanian juga meminta para penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk lebih bersemangat mengunjungi dan membibing petani. Disebutkannya bahwa amanah swasembada pangan ini ada di pundak penyuluh pertanian lapangan. Dalam hal ini anggata TNI Anggatan Darat telah dilibatkan untuk bekerjasama dengan PPL.

Kunjungan kerja menteri pertanian di NTB diakhiri dengan meninjau irigasi tersier di Kelompok Tani “Gapuk Bersatu” Desa Gapuk Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Kedatangan menteri pertanian disambut oleh bupati Lombok Barat Zaini Arony, beserta jajaran SKPD Kabupaten Lombok Barat, para PPL dan petani setempat. Dalam dialog dengan PPL dan petani, Menteri Pertanian berjanji untuk tidak akan terjadi lagi kelambatan bantuan benih dan pupuk. Direksi BUMN yang menangani benih dan pupuk yang mengikuti kunjungan Menteri Pertanian sebagai jaminan kelancaran distribusi benih dan pupuk.

Acara kunjungan Menteri Pertanian di NTB diakhiri dengan ramah tamah pada malam hari, yang dihadiri Gubernur NTB, Zainul Majdi, Pangdam IX Udayana, Danrem 162 Wirabhakti, Bupati dan Walikota se NTB, dan para pejabat lainnya. Menteri Pertanian dalam sambutannya kembali memberikan semangat agar seluruh jajaran pertanian didukung TNI-AD bekerja keras untuk mencapai swasembada pangan dalam tiga tahun ini. (Nurul Agustini dan Faesal M).

Web Analytics