Berita

Focus Group Discussion Model Percepatan Peningkatan Produksi Padi Dan Kedelai Ramah Lingkungan

Pin It

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat (BPTP NTB) telah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Model Percepatan Peningkatan Produksi Padi dan Kedelai Ramah Lingkungan di Aula Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah di Praya, Selasa (16/12/14). FGD diikuti oleh 35 orang peserta, terdiri atas perwakilan dari Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (PU-ESDM), Dinas Koperasi dan Perdagangan, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3), Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB-TPH), Peneliti BPTP NTB, Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan, Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (UPTB-BP3K) Kecamatan Praya Barat, Koordinator Penyuluh BP3K Kecamatan Praya Barat, PPL Pendamping dan petani kooperator.

Acara FGD dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah Ir. H. Ibrahim, MM. Dalam arahannya Ibrahim menyatakan bahwa topik FGD ini sangat tepat mengingat banyaknya permasalahan yang terkait dengan peningkatan produksi padi dan kedelai di Kabupaten Lombok Tengah. Oleh karena itu Ibrahim berterima kasih kepada BPTP NTB yang telah menginisiasi kegiatan pertemuan ini. Disampaikan lebih lanjut bahwa masalah utama yang perlu mendapat perhatian khusus dalam upaya meningkatkan produksi padi dan kedelai di Kabupaten Lombok Tengah adalah tingkat ketersediaan benih dan pupuk. Hingga saat ini baru 60% kebutuhan benih padi yang dapat dipenuhi dari benih berlabel, sisanya masih menggunakan benih sendiri yang berkualitas rendah. Demikian halnya dengan pupuk yang selalu menjadi masalah klasik setiap tahun, pada saat diperlukan tidak tersedia atau kalaupun tersedia jumlahnya tidak mencukupi. Kondisi demikian sangat berpengaruh terhadap capaian produktivitas padi. Saat ini rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Lombok Tengah telah mencapai 5,19 t/ha. Angka ini jauh di bawah produktivitas hasil penelitian maupun hasil petani di beberapa  tempat di Lombok Tengah yang sudah mencapai 8-10 t/ha, sehingga peluang peningkatan produktivitas masih terbuka lebar. Hal ini harus menjadi fokus perhatian semua pihak terkait termasuk penyuluh dan petani.

Dalam sambutan selanjutnya, perwakilan dari BPTP NTB, Dr. Moh. Nazam menyampaikan beberapa strategi percepatan peningkatan produksi padi dan kedelai ramah lingkungan di Lombok Tengah antara lain: (1) peningkatan luas panen melalui perluasan areal dan peningkatan indeks pertanaman padi sawah; (2) penggunaan Varietas Unggul Baru berkualitas dan rendah emisi; (3) perbaikan sistem penyaluran pupuk; (4) perbaikan dan perluasan jaringan irigasi; (5) peningkatan daya saing melalui peningkatan pendapatan petani, insentif bagi  petani, pengendalian impor beras dan kedelai, serta peningkatan efisiensi usahatani serta pemanfaatan sumberdaya lokal; (6) pengendalian konversi lahan sawah; (7) peningkatan kegiatan penelitian, penyuluhan, dan pengembangan; (8) pengembangan sistem integrasi tanaman-ternak; (9) pemanfaatan limbah tanaman dan ternak secara optimal agar tercapai zero waste.

Selanjutnya, peneliti lain dari BPTP NTB,  Dr. Ahmad Suriadi menyampaikan bahwa pertumbuhan tanaman untuk mencapai tingkat produktivitas yang optimal sangat ditentukan oleh tingkat kesesuaian lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman. Oleh karena itu dalam perencanaan pembangunan pertanian yang berbasis pada pendayagunaan sumberdaya lahan, agroklimat dan sosial ekonomi, agar berlangsung efektif dengan hasil yang optimal perlu didukung oleh tersedianya data dan informasi sumberdaya lahan dan agroklimat di suatu wilayah. Data dan informasi tersebut dapat ditampilkan dalam bentuk peta kelas kesesuaian lahan dan peta pewilayahan komoditas pertanian pada skala operasional.

Pada acara diskusi yang dipandu oleh Ir. Muslim, Kepala Bidang Produksi Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, muncul berbagai tanggapan dan saran para peserta. Umumnya tanggapan dan saran ini terkait dengan upaya percepatan peningkatan produktivitas padi dan kedelai yang ramah lingkungan di Kabupaten Lombok Tengah, antara lain: (1) dukungan penelitian agar diperbanyak topik dan sebaran lokasinya, (2) gerakan tanam padi jajar legowo dan jarak tanam teratur kedelai, (3) untuk mengatasi masalah keterbatasan air saat ini sudah diterbitkan Peraturan Bupati yang mengatur tentang pola tanam, yaitu padi-padi-palawija, dan padi-palawija-bera; (4) perlunya data/informasi sumberdaya lahan yang akurat termasuk data kondisi lahan sawah yang saat ini terdegradasi; (5) perlu dicari teknologi kemasan gas yang dihasilkan dari instalasi biogas, teknologi prosessing kompos; (6) kerjasama semua pihak dalam memecahkan permasalahan yang terkait dengan peningkatan produksi padi dan kedelai, seperti benih, pupuk dan masalah organisme pengganggu tanaman.   (Moh. Nazam).

Web Analytics