Berita

Pelatihan Peningkatan Kemampuan Petani Dalam Penerapan Pengelolaan Hara Tanaman Terpadu Di Lahan Sawah

Pin It

Ketersediaan pangan terutama beras sangat penting karena beras merupakan bahan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Peningkatan jumlah penduduk mengharuskan peningkatan penyediaan jumlah beras. Salah satu cara ang dapat ditempuh adalah dengan meningkatkan produktivitas padi. Pengelolaan hara terpadu merupakan salah satu upaya meningkatkan produktivitas padi melalui penerapan konsep pemupukan berimbang spesifik lokasi. Namun kenyataan di lapangan penggunaan pupuk belum diterapkan secara rasional berasarkan konsep pemupukan berimbang yaitu pemupukan yang sesuai status hara tanah dan kebutuhan tanaman.

Balai Penelitian Tanah (Balittanah) memberikan pelatihan kepada 50 orang petani dan penyuluh dari 6 kecamatan se-Kabupaten Lombok Barat. Peserta sebelumnya sudah disurvey dan diambil contoh tanahnya yaitu dari Kecamatan Lingsar 2 kelompok tani yaitu kelompok tani Pade Girang Desa Sigerongan dan kelompok tani Bantek Desa Gegelang; Kecamatan Narmada 2 kelompok tani Desa Mekar Sari dan kelompok tani Desa Dasan Tereng; Kecamatan Labuapi 2 kelompok tani yaitu Kelompok Tani Satu Tujuan Desa Bagek Polak dan Kelompok Tani Gemar Bersama Desa Bengkel; Kecamatan Kediri kelompok tani Mula Jati Desa Gelogor; Kecamatan Kuripan Kelompok Tani Karang Bucu Desa Kuripan Utara; dan Kecamatan Gerung 2 kelompok tani yaitu kelompok tani Sejahtera Desa Babussalam dan kelompok tani Gapuk I Desa Gapuk.

Kegiatan Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari (26-27/11/2014). Hari pertama bertempat di Ruang Pertemuan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Labu Api dan hari ke dua praktik di lapangan. Kegiatan hari pertama dibuka oleh Kepala BPP Labuapi H. Subardi yang dilanjutkan dengan penyampaian materi-materi dari beberapa narasumber dari Balittanah dan BPTP NTB. Materi yang diberikan meliputi  Kesuburan Tanah dan Pengelolaan Lahan, Pemupukan Berimbang dan Penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), Pengelolaan Air, Pengelolaan jerami dan Bahan Organik (BO) lainnya sebagai sumber bahan organik in-situ. Selain itu diberikan pula materi tehnik jajar legowo dan veriatas serta pengendalian hama dan penyakit padi. Pelatihan berjalan sangat lancar dan peserta sangat antusias menyimak materi. Menurut salah satu peserta, Ahmad Turmudzi dari Desa Bengkel, pelatihan ini dirasakan sangat besar manfaatnya karena banyak hal yang ternyata baru mereka ketahui di pelatihan. Kegiatan  ini disebutkan telah menambah pengetahuan mereka dan dapat diaplikasikan langsung dilapangan untuk meningkatkan produktivitas lahan mereka yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan mereka.. Pada kesempatan itu disampaikan juga hasil analisa tanah dari lokasi-lokasi petani yang telah diambil sebelumnya. Berdasarkan hasil analisa dan survey tanah di 6 kecamatan tersebut, tanah memiliki pH bagus tapi agak sedikit masam, Kalsium tinggi, Magnesium tinggi, Kalium sangat tinggi, Bahan Organik rendah dan Phospor  tinggi.

Pada hari kedua peserta pelatihan diajak mengunjungi kelompok tani Satu Tujuan Desa Bagek Polak Kecamatan Labuapi. Di lokasi kunjungan, peserta pelatihan diberikan kesempatan untuk mempraktekkan ilmu yang didapatkan pada hari sebelumnya seperti cara pengambilan contoh tanah yang akan di uji kandungan unsur haranya dan praktek pembuatan kompos jerami. Diharapkan dengan melihat secara langsung dan mempraktekkan sendiri petani akan lebih mudah mengingat dan memahami manfaat dari materi yang mereka dapat. Semoga petani mengaplikasikan ilmu yang di dapat selama pelatihan di tempat masing-masing. (Yuli Yarwati).

Web Analytics