Berita

Study Banding Dinas Pertanian Dan Perikanan Kota Depok Ke BPTP NTB

Pin It

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat (BPTP - NTB) mendapat kunjungan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok Provinsi Jawa Barat, Selasa (25/11/2014). Rombongan yang berjumlah 13 orang ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok, Abdul Haris. Rombongan diterima oleh Kepala BPTP NTB, Dr. Ir. Dwi Praptomo, S. MS di aula BPTP NTB. Dalam sambutannya, Kepala BPTP NTB menyampaikan tugas pokok dan fungsi BPTP di NTB yaitu antara lain melaksanakan pengkajian dan diseminasi teknologi pertanian yang berasal dari pusat-pusat penelitian di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Dwi Praptomo juga menjelaskan beberapa kegiatan yang dilaksanakan BPTP NTB, terutama yang melibatkan kelompok-kelompok tani binaan yang nantinya dapat dikunjungi untuk melihat langsung keberhasilan mereka. Dalam giliran berikutnya, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Depok memaparkan maksud utama kunjungan study banding tersebut yakni dalam rangka mempelajari lebih mendalam pola pembinaan BPTP NTB untuk kegiatan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL), karena Kota Depok juga memiliki program yang serupa. Dalam pertemuan yang berlangsung semiformal tersebut banyak pertanyaan yang muncul dari peserta study banding terutama mengenai kiat-kiat pembinaan MKRPL oleh BPTP NTB yang dalam penelusuran mereka melalui media internet dianggap berhasil dalam pemberdayaan kelompok wanita tani. Merespon pertanyaan tersebut, penanggung jawab kegiatan MKRPL dari BPTP NTB, Ir. Achmad Muzani dan Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian, Dr. Nurul Hilmiati secara bergiliran berbagi empat pilar utama dalam setiap pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan BPTP NTB yaitu: (1) penyadaran bahwa kegiatan tersebut merupakan kebutuhan dan untuk kepentingan mitra kerja; (2) peningkatan kapasitas mitra kerja dalam melaksanakan dan mengelola inovasi/teknologi yang diperkenalkan; (3) membangun akses terhadap input, informasi dan pelayanan yang diperlukan oleh teknologi tersebut sehingga ketika kegiatan BPTP NTB sudah selesai, mitra kerja dapat melanjutkannya secara mandiri; (4) networtking dan kerjasama dengan fihak terkait seperti Penyuluh Pertanian Lapangan dan Dinas / Instansi terkait.

Selanjutnya rombongan diajak meninjau Kebun Bibit Induk (KBI) yang ada di BPTP NTB dimana Achmad Muzani menjelaskan peran KBI untuk menyediakan benih untuk keperluan Kebun Bibit Desa (KBD) di masing-masing lokasi MKRPL. Disebutkan pula saat ini BPTP NTB membina 20 kelompok MKRPL di seluruh wilayah NTB. Di KBI ini peserta melihat berbagai jenis sayuran yang berasal dari Balai Penelitian Sayuran untuk selanjutnya akan dikembangkan di KBD-KBD.

Dari BPTP-NTB rombongan selanjutnya diajak untuk mengunjungi dua kelompok MKRPL binaan BPTP yaitu Kelompo Wanita Tani (KWT) Karya Wanita Desa Jembatan Kembar Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat, dan KWT Karya Harum Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Di kedua lokasi tersebut, para peserta study banding tampak sangat terkesan melihat perkembangan MKRPL dimana hampir setiap rumah tangga di lingkungan kelompok tersebut sudah menerapkan anjuran-anjuran dalam MKRPL. Mereka semakin terkesan ketika mendapati kedua KWT tersebut sudah melaksanakan pengolahan hasil pertanian dan menjadikan hasil olahan tersebut sebagi bisnis untuk tambahan penghasilan keluarga. KWT Karya Wanita sudah bisa membuat olahan hasil berupa stick talas, stick kangkung, stick wortel bayam dan keripik usus ayam. Sementara olahan hasil andalan KWT Karya Harum adalah abon cabe rasa teri, tepung cabe, tepung kedelai, keripik bayam, kacang telur, kacang gula  dan lain-lain. Menurut ketua KWT Karya Wanita, Hartini, keberhasilan kelompoknya tidak terlepas dari pembinaan yang telah dilakukan oleh BPTP melalui pelatihan-pelatihan dan study banding ke kelompok yang lebih maju. Pembina pengolahan hasil pertanian BPTP NTB yang juga mendampingi kunjungan lapang tersebut, Ria Rustiana, menyampaikan bahwa dalam memberikan pelatihan, BPTP menyesuaikan dengan potensi, kebutuhan dan ketertarikan KWT tersebut. Selain itu bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkan juga disesuaikan dengan kondisi yang dimiliki oleh para anggota KWT.

Sementara itu. Sekretaris KWT Karya Harum yang biasa disapa Bu Ifan kepada rombongan study banding menyampaikan perubahan kesejahteraan hidup yang dirasakan setelah mendapatkan pembinaan oleh BPTP. Dia kembali mengenang masa-masa ketika suminya masih mengerjakan illegal logging dan kondisi rumah yang hanya beratapkan daun kelapa. Kini, rumahnya sudah berlantai keramik dan dengan berbinar diceritakan bahwa Insya Allah tahun depan dia dan suaminya akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah. Di KWT Karya Harum ini peserta study banding diberi kesempatan untuk mencicipi hasil olahan andalan KWT ini yaitu abon cabe rasa teri yang ternyata cukup membuat penasaran semua peserta. Merekapun akhirnya berebut untuk memborong abon cabe tersebut untuk dibawa pulang ke Depok.  (NH)

Web Analytics