Berita

Membangun Dunia Pertanian Melalui Media Televisi

Pin It

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB diundang sebagai narasumber dalam sebuah acara workshop yang diselenggarakan oleh Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI, Selasa (18/11/2014) yang bertajuk “Strategi Isi Siaran Pertanian dalam Mewadahi Preferensi Konsumen Lokal”. Workshop berlangsung di Hotel Jayakarta Senggigi dan dihadiri oleh anggota Dewan Pengawas TVRI Jakarta serta jajaran TVRI stasiun Mataram. Kepala Dewan Pengawas TVRI, Elprisdat, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa TVRI berkomitmen untuk berperan serta aktif dalam pembangunan pertanian. Karena itu TVRI ingin mendapatkan masukan-masukan dari para stakeholder isi serta formulasi program-program siaran yang diharapkan akan dapat berkontribusi memajukan petani dan dunia pertanian Indonesia.

Hadir sebagai narasumber dari BPTP NTB adalah Dr. drh. Nurul Hilmiati, MVS yang merupakan peneliti dan praktisi komunikasi pembangunan partisipatif. Dalam pemaparannya yang bertema “Strategi Siaran Pertanian dalam Mewadahi Preferensi Konsumen Lokal” disampaikan tentang perubahan paradigma komunikasi pembangunan dari model difusi inovasi yang hanya melihat proses komunikasi sebagai pengiriman pesan melalui sebuah media untuk menimbulkan efek kepada penerima, menjadi model komunikasi partisipatif yang merupakan interaksi antara pengirim dan penerima dimana yang ditekankan adalah proses komunikasi tersebut untuk menghasilkan efek. Lebih jauh juga dipaparkan beberapa strategi yang dapat ditempuh oleh TVRI untuk mengakomodir preferensi konsumen lokal. Diantara strategi tersebut adalah dengan melakukan analisis situasi sehingga bisa dipetakan sasaran target audien, komoditas, kondisi agro-ekosistem, permasalahan yang dihadapi dimana semua itu bersifat spesifik lokasi. Dengan melakukan pemetaan dan juga bekerjasama dengan stakeholder terkait, diharapkan pesan pembangunan pertanian yang disampaikan melalui program-program TVRI bisa lebih tepat sasaran.

Narasumber lain yang memberikan pemaparan dalam workshop sehari tersebut adalah Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha dari Universitas Udayana dengan tema paparan “Upaya Peningkatan Produksi dan Pendapatan Petani Melalui Siaran Pertanian”; Prof. Dr. Ir. Ambo Ala dari Universitas Hasanuddin dengan paparan tentang “Format Penyajian Acara Televisi dalam Siaran Pertanian””; dan Prof. Dr. Ir. Simon Teguh Hadi Raharjo dari Universitas Pattimura yang menyampaikan “Mengajak Masyarakat Petani dari Ruang Lingkup Subsisten ke Agribisnis Melalui Siaran Pertanian”.

Dalam acara diskusi terungkap keinginan TVRI untuk bekerja sama dengan para peneliti khususnya dengan BPTP dalam menyediakan materi-materi inovasi pertanian yang bersifat spesifik lokasi. Hal tersebut disambut sangat positif oleh perwakilan BPTP dimana Nurul menyampaikan bahwa BPTP ada di 33 provinsi seluruh Indonesia yang masing-masing memiliki kekhasan sesuai dengan kondisi alam dan sosial masyrakat setempat. Dengan keberadaan BPTP di setiap provinsi tersebut Nurul optimis bahwa BPTP akan dapat berkontribusi banyak dalam mendukung komitmen TVRI menjadikan chanel televisi ini sebagai televisi pertanian. (Nurul Hilmiati).

Web Analytics