Berita

Temu Lapang Demplot PTT Jagung Di Kabupaten Lombok Timur

Pin It

Jagung merupakan satu dari tiga komoditi unggulan daerah di Nusa Tenggara Barat. Jagung banyak diusahakan petani di lahan sawah pada musim kemarau dan di lahan kering pada musim hujan. Pada tahun 2013 Provinsi NTB menargetkan produktivitas jagung menjadi 6,2 t/ha. Untuk dapat mencapai target tersebut, peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat perlu dilakukan, salah satunya melalui pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Pendekatan PTT menyediakan komponen-komponen teknologi yang terbagi dalam kelompok Komponen Utama dan Pilihan. Petani dapat memilih komponen tersebut sesuai dengan kondisi agroekosistem, ekonomi dan budaya setempat, sehingga pada akhirnya diperoleh teknologi spesifik lokasi.

Mendukung program PTT tersebut, BPTP NTB melaksanakan Demplot PTT Jagung di Kelompok Tani Rarung Desa Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Ada 3 Varietas jagung yang dicoba di Demplot yaitu Varietas Bima 3, Bima 4 dan Bima 6  yang merupakan varietas Badan Litbang Pertanian. Selain uji adaptasi varietas, dilakukan juga percobaan jenis dan dosis pemupukan. Menurut Bq. Tri Ratna Erawati, SP.M.Sc, peneliti dari  BPTP NTB,  pemilihan  varietas dan dosis pemupukan disesuaikan dengan kondisi tanah spesifik di lokasi tersebut. Berdasarkan hasil analisis pH, tanah di lokasi demplot agak masam sehingga untuk pemupukan direkomendasikan ditambahkan kapur pertanian atau dolomit dengan dosis 500 kg/ha selain menggunakan pupuk NPK Phonska 250 Kg dan pupuk urea 200 kg/ha. Hasil demplot menunjukan bahwa dengan perlakuan dolomit, produktivitas untuk masing-masing varietas adalah pada Bima 3 mencapai 8,5 ton/ha, Bima 4 mencapai 7,67 ton/ha dan Bima 6 mencapai 7,5 ton/ha. Sedangkan tanpa dolomit, produktivitas varietas Bima 3 adalah 6,97 ton/ha, Bima 4 sebesar 7,15 ton/ha dan Bima 6 sebesar 6,6 ton/Ha. Dari hasil demplot ini direkomendasikan bahwa untuk meningkatkan produktivitas jagung di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi tanah masam sebaiknya menggunakan varietas Bima 3 dengan penambahan kapur pertanian/dolomit dosis 500 kg/ha.

Untuk mensosialisasikan hasil demplot PTT ini, BPTP NTB mengadakan Temu Lapang yang bertempat di Kelompok Tani Rarung Desa Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur, pada Kamis (16/10/2014). Acara dihadiri oleh sekitar 100 orang peserta yang terdiri dari stokeholder terkait antara lain Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Timur, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Peternakan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Lombok Timur, Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Timur, Camat Pringgabaya, Penyuluh Pertanian Kecamatan Pringgabaya dan petani jagung di Kecamatan Pringgabaya. Acara dibuka oleh Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS. Dalam sambutannya, Kepala BPTP NTB mengharapkan agar teknologi hasil penelitian/pengkajian dapat disebarluaskan para PPL dan diterapkan oleh petani lainnya untuk meningkatkan pendapatan.

Dalam kesempatan selanjutnya, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Timur yang diwakili oleh Kepala Bidang Produksi, Badarudin, SP, menyampaikan bahwa jagung masih menjadi komoditi unggulan di Kabupaten Lombok Timur. Luas tanam dan produktivitas jagung terus meningkat. Menurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Timur, rata-rata produktivitas jagung Kabupaten Lombok Timur tahun 2013 mencapai 6,6 ton/Ha. Lebih jauh disebutkan bahwa untuk tahun 2014, target luas panen adalah 17.000 ha dengan produktivitas diharapkan lebih tinggi dari tahun 2013. Harapan peningkatan produktivitas ini tidak terlepas dari adanya teknologi baru yang dihasilkan oleh BPTP NTB  yang sudah banyak diterapkan oleh petani. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Mujibudin yang mewakili  BP4K Kabupaten Lombok Timur yang menggarisbawahi adanya program pengembangan beras berbahan baku jagung di Kabupaten Lombok Timur mengingat semakin meningkatnya penderita diabetes di NTB. (Yanti Triguna)

Web Analytics