Berita

Kunjungan Kerja Kepala BPTP Jawa Timur ke BPTP NTB

Pin It

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB menerima kunjungan studi banding tim Balai Pengkajian Tekbologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur pada Rabu, (8/10/2014). Tim yang berjumlah lima orang ini dipimpin langsung oleh Kepala BPTP Jawa Timur, Dr. Ir. Tri Sudaryono, MS yang diterima langsung oleh Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S, MS diruang kerjanya. Dalam kesempatan itu Kepala BPTP NTB menyampaikan gambaran umum BPTP NTB, mulai dari sumber daya manusia, program kerja, dan struktur organisasi. Lebih khusus juga dijelaskan tentang Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) yang menjadi tujuan studi banding rombongan tersebut.

Selanjutnya rombongan studi banding diajak untuk meninjau visitor plot Kebun Percobaan BPTP NTB dengan didampingi oleh Dr. drh. Nurul Hilmiati selaku Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian. Kebun Bibit Induk (KBI) merupakan lokasi pertama yang dikunjungi dimana Kepala BPTP Jawa Timur menggagas pertukaran jenis tanaman antar BPTP untuk dikembangkan dan disebarkan ke masyarakat luas.

Dari KBI, rombongan kemudian meninjau Laboratorium Diseminasi dan Laboratorium Tanah. Di sini, Penanggungjawab Unit Laboratorium Sudjudi.,SP menjelaskan kegiatan-kegiatan pengujian yang telah di lakukan. Tim BPTP Jawa Timur tampak terkesan dengan keterbukaan standar pelayanan Laboratorium Tanah BPTP NTB yang dipampang secara jelas di ruang penerimaan sampel.

Setelah puas melihat-lihat peralatan di Laboratorium tanah, rombongan pun kemudian diajak untuk mengunjungi Visitor Plot Aneka Ternak untuk melihat perkembangan penyebaran Ayam KUB serta UPBS yang menjadi salah satu penyedia benih sumber di NTB.

Kunjungan studi banding dari BPTP Jawa Timur kemudian difokuskan untuk saling menggali informasi dan bertukar pengetahuan serta pengalaman terkait pengelolaan UPBS  di masing-masing Balai. Dalam kesempatan ini, Koordinator UBPS BPTP NTB,  Sabar Untung, SP menjelaskan bebarapa jenis varietas unggul baru padi yang ada di UPBS, stok benih yang tersedia, serta distribusi benih ke masing-masing kabupaten/kota di NTB. Selain itu dijelaskan pula pola kerjasama dan kemitraan yang dibangun dan dikembangkan oleh UPBS BPTP NTB bersama mitra kerja seperti penangkar, petani, BPSB-TPH, dan BBI. Ada beberapa pola kerjasama yang dikembangkan oleh UPBS BPTP NTB dalam rangka percepatan diseminasi teknologi dan beberapa varietas unggul baru padi seperti pola sewa lahan petani, bagi hasil dengan dukungan saprodi lengkap sampai panen, serta pola kemitraan dengan kelompok tani/gabungan kelompok tani. Dalam kunjungan ini, rombongan juga mengunjungi lokasi kerjasama UPBS BPTP NTB dengan petani di Desa Gerimak Indah  Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Di lokasi kunjungan, rombongan mendapatkan penjelasan pola kerjasama yang dibangun bersama antara UPBS dan petani. Abdi Rasyid selaku petani mitra menyampaikan bahwa banyak sekali manfaat yang diperoleh dalam kemitraan ini antara lain peningkatan pengetahuan tentang  teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), tandur jajar legowo, mengenal varietas padi baru beserta keunggulannya, dukungan sarana produksi dan pola bagi hasil yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Lebih jauh Abdi Rasyid menyampaikan dari sisi ekonomi terjadi peningkatan nilai pendapatan sekitar 30 sampai 50 % karena hasil produksi langsung dibeli oleh UPBS. Kegiatan kerjasama ini telah  berjalan selama dua tahun.

Selain melihat pola kerjasama dengan petani, rombongan juga bertemu dengan H. Saepul, ketua kelompok Tunas Mekar Desa Sigerongan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Ketua Kelompok Tani ini menjelaskan kepada rombongan bahwa pola kerjasama yang dikembangkan kedua belah pihak berupa dukungan saprodi dan benih dari UPBS kepada kelompoktani, serta hasil produksinya akan dibeli oleh pihak UPBS dan penangkar yang direkomendasikan oleh UPBS. Pola ini dirasakan besar sekali manfaatnya terutama dalam bentuk dukungan saprodi dan ketersedian pasar. Diakui bahwa dari segi ekonomi petani mitra mendapatkan pengingkatan pendapatan sekitar 20 – 30 % dalam sekali musim tanam. Kerjasama tersebut  sudah berlangsung selama tiga tahun.

Studi banding ini tidak hanya membahas pengelolaan UPBS , namun lebih dijadikan sebagai ajang sharing pengalaman terkait pelaksanaan tugas dan fungsi unit di masing-masing Balai secara umum, sekaligus juga mempererat tali silaturahmi antar BPTP.  (Awaludin & Farida Sukmawati M)

Web Analytics