Berita

Studi Banding Kelompok Wanita Tani Se-Pulau Lombok Di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB

Pin It

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB mendapat kunjungan dari sejumlah kelompok wanita tani (KWT) se-Pulau Lombok pada minggu terakhir bulan September ini. Sebanyak 87 orang anggota dan pengurus KWT perwakilan dari 3 kabupaten melaksanakan studi banding di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP ) NTB pada (22-25/9/2014).  Kabupaten Lombok Timur diwakili oleh KWT “Saripati” Desa Lendang Nangka Utara berjumlah 18 orang, Kabupaten Lombok Tengah diwakili oleh KWT “Ingin Maju” Desa Pujut sejumlah 20 orang , sementera Kabupaten Lombok Utara diwakili oleh KWT “Melet Maju” dan “Melati” sebanyak 48 orang. Peserta studi banding ini dipimpin oleh PPL Pembina dari masing-masing KWT. Rombongan diterima oleh Ir. A. Muzani yang mewakili Kepala BPTP. Studi banding merupakan bagian dari Program Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) pada BPTP NTB. Studi banding ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita tani tentang pengelolaan dan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai penyedia pangan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kepada para wanita tani dan petugas pembina

Studi banding ini diawali di Kebun Bibit Induk (KBI) BPTP NTB untuk melihat teknik budidaya tanaman sayur-sayuran, tanaman yang dapat ditanam pada pekarangan rumah, teknologi yang tepat sesuai dengan kondisi lahan, serta biaya produksi yang murah. Sekilas kegiatan KBI disampaikan  oleh Adnan, SP yang menjelaskan tentang tentang pengelolaan pekarangan rumah menjadi kebun yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan bernilai ekonomis.

Dari KBI, peserta studi banding selanjutnya mengunjungi visitor plot BPTP NTB yang merupakan koleksi beberapa varietas tanaman seperti jagung, kacang hijau, bawang merah dan beberapa hijauan makanan ternak. Di sini peserta studi banding mendapatkan penjelasan tentang beberapa program unggulan BPTP NTB antara lain pengembangan Ayam Kampung Unggul Badan Litbang Pertanian (KUB). Dijelaskan oleh penyuluh BPTP NTB, Nurul Agustini, SPt bahwa ayam KUB memiliki keunggulan lebih dari pada ayam kampung seperti produksi telur tinggi, sifat mengeram hanya 10 % dari total populasi, umur bertelur lebih cepat, rasa daging gurih dan sangat cocok untuk dijadikan ayam kampung pedaging.

Selain mengunjungi visitor plot, perserta studi banding juga berkesempatan untuk melihat Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BPTP NTB yang menyediakan beberapa varietas padi unggul yang dikembangkan oleh BPTP NTB. Peserta juga mendapatkan beberapa buku dan leaflet tentang inovasi dan teknologi hasil pengkajian BPTP NTB.

Dari BPTP NTB, peserta kemudian diajak untuk mengunjungi KWT “Karya Wanita Tani” di Desa Jembatan Kembar Timur Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat yang dianggap sudah berhasil mengembangkan program MKRPL. Selama berada di KWT ini, peserta berdiskusi tentang pengelolaan pemanfaatan pekarangan sebagai kebun bibit yang bernilai ekonomis dan dapat mencukupi kebutuhan gizi keluarga dan ketersedian pangan rumah tangga.

Di akhir kegiatan ini, Kepala BPTP yang diwakili oleh Ir. A. Muzani selaku koordinator kegiatan menyampaikan harapan kepada seluruh peserta agar dapat  mengembangkan pengelolaan pekarangan menjadi sebuah kegiatan yang dapat memberikan nilai tambah secara ekonomis bagi keluarga.  Selain itu diharapkan kepada peserta studi banding untuk membangun kegiatan secara gotong royong dan dapat dijadikan contoh bagi kelompok masyarakat lainnya khusunya peserta studi banding. (Awaludin)

Web Analytics