Berita

Panen dan Temu Lapang di Lokasi Demplot Pengelolaan Tanaman Terpadu Kedelai Desa Lune Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu

Pin It

Untuk mendukung peningkatan produksi kedelai nasional, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP NTB) melaksanakan demplot pengelolaan tanaman terpadu (PTT) di Kabupaten/Kota se-NTB. Demplot ini dimaksudkan sebagai tempat untuk belajar inovasi teknologi bagi petani serta tempat bertukar ilmu pengetahuan antara petani dan penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Kelompok Tani Karamancile Desa Lune Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu, merupakan salah satu kelompok tani yang telah melaksanakan kegiatan demplot PTT kedelai varietas anjasmoro pada lahan seluas 1,00 ha. Penanamannya dilaksanakan sejak  (12/07/2014).

Pada Rabu (24/09/2014), BPTP NTB melaksanakan kegiatan Panen dan temu lapang di lokasi tersebut. Temu lapang dihadiri lebih dari 200 orang peserta. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Dompu, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Pertanian (BKP3) Kabupaten Dompu, Camat Pajo, Kepala Desa Lune, dan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Pajo.

Panen dilakukan oleh Kepala BPTP NTB dan Kepala Dinas/SKPD lain yang hadir dan di ikuti oleh peserta temu lapang.

Kepala BPTP NTB yang diwakili oleh H. Noor Inggah sebagai penanggung jawab kegiatan, mengatakan kegiatan demplot PTT  merupakan salah satu bentuk pendampingan BPTP NTB di setiap lokasi SL-PTT kedelai di NTB.  H. Noor Inggah menggaris bawahi bahwa Kelompok Tani Karamancile mampu meningkatkan produktivitas kedelai menjadi 2,3 ton/ha yang berada di atas produktivitas nasional yaitu 1,2 t/ha.

Lebih jauh disampaikan bahwa keberhasilan kelompok tani tersebut merupakan hasil pendampingan BPTP NTB melalui penerapan teknologi. Teknologi yang diterapkan antara lain  pembuatan saluran drainase keliling (setiap 4-5 m, kedalamannya, 25-30 cm dan lebar 30 cm), perlakuan benih (Marshal ST 800 gr/50 kg), penanaman dengan jarak tanam 10-15x40, pemupukan NPK (phonska 100 kg/ha) ditambah POC (BOOM Flower 1,5 ltr/ha), penggunaan mulsa jerami, pengairan pada fase-fase kritis minimal 3 x (pada fase vegetatif, saat berbunga, dan pada saat pengisian polong), pengendalian OPT, menggunakan (Marshal 200 EC 0,5 ltr/ha, bostok 0,5 ltr/ha),  sampai panen (95 % polong sudah berwarna coklat) dan penanganan pasca panen.

Sambutan dilanjutkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dompu yang diwakili oleh Kepala Bidang tanaman pangan Sahroni SP, MM. Dalam sambutannya Sahroni menyambut baik teknologi yang diterapkan di Kabupaten Dompu oleh BPTP NTB. Sahroni mengharapkan agar semua Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Dinas  Pertanian setelah melihat hasil demplot dapat mensosialisasikan teknologi  kepada petani dengan bekerjasama dengan penyuluh pertanian.

Selanjutnya, Kepala BKP3 Kabupaten Dompu yang diwakili Sekretaris BKP3 Ir. Erik Makmun, dalam sambutannya menghimbau agar teknologi demplot PTT  dapat dijadikan bahan penyuluhan bagi petani dan kelompok tani oleh PPL diwilayah masing-masing.

Tak ketinggalan, Camat Pajo Drs. Arrahim, dalam kesempatan berikutnya  menyatakan bahwa kegiatan panen dan temu lapang ini sangat penting bagi masyarakat tani di Pajo. Teknologi baru yang diperkenalkan melalui kegiatan SL-PTT kedelai telah meningkatkan produkstivitas  kedelai. Karena itu, Arrahim mengharapkan peningkatan produktivitas kedelai ini akan diikuti dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk untuk mengurangi kemiskinan.

Acara temu lapang kemudian dilanjutkan dengan temu wicara yang dipandu oleh BPTP NTB. Dalam temu wicara para petani, penyuluh pertanian, dan penangkar banyak menanyakan  cara aplikasi teknologi kedelai. Nara sumber dari BPTP NTB, dan Dinas Pertanian Kabupaten Dompu memberikan jawaban dan solusi dari semua pertanyaan peserta. (Noor Inggah dan MF Matenggomena).

Web Analytics