Berita

Pelatihan Pemupukan Hara Spesifik Lokasi “Training Of Trainers For Site Spesific Nutrient Management Nusa Tenggara Barat”

Pin It

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) bekerjasama dengan Internationall Rice Research Institute (IRRI) melaksanakan kegiatan  penelitian, validasi dan diseminasi yang difasilitasi oleh program Consortium for Unfavorable Rice Environment (CURE). Kerjasama penelitian ini bertujuan untukmenghasilkan dan menvalidasikan teknologi-teknologi spesifik lahan sub optimal, termasuk di dalamnya lahan tadah hujan. Sebagai bagian dari kegiatan kerjasama antara BB Padi dan IRRI, CURE sebagai wadah dari kerjasama ini pelaksanaan pelatihan Pemupukan Hara Spesifik Lokasi (PHSL), untuk para penyuluh. Pelatihan ini diharapkan akan memberikan bekal kepada para penyuluh dalam memberikan rekomendasi pemupukan kepada para petani lahan tadah hujan yang mereka bina.

Kegiatan Pelatihan Pemupukan Hara Spesifik Lokasi (PHSL), dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Barat pada Kamis (25/9/2014). Pelatihan di ikuti oleh Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) di 5 kabupaten di Provinsi NTB terdiri dari 4 orang dari Kabupaten Bima, 3 orang Kabupaten Dompu, 9 orang dari Kabupaten Sumbawa , 1 orang dari Kabupaten Sumbawa Barat dan 20 orang dari Kabupaten Lombok Tengah dengan total peserta 37 orang.

Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Pemupukan Hara Spesifik Lokasi (PHSL), Dr. Indrastuti A. Rumanti dalam laporannya menyampaikan bahwa pemupukan diperlukan karena asupan unsur hara dari tanah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Agar memperoleh hasil yang optimal dengan input produksi yang rasional bagi petani, IRRI yang berbasis di Filipina, bekerjasama dengan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, BB Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, serta BB Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian telah merancang dan menghasilkan program Pemupukan Hara Spesifik Lokasi (PHSL), bagi petani sawah irigasi dan padi tadah hujan di Indonesia.

PHSL merupakan perangkat pembuat keputusan berbasis komputer bagi rekomendasi pemupukan padi sawah irigasi dan tadah hujan. Dalam menjalankan program PHSL ini, petani perlu memberikan jawaban yang sesuai dengan kebiasaannya dalam mengelola usaha tani, agar hasil dari penggunaan PHSL ini dapat memberikan rekomendasi pemupukan yang sesuai dengan kondisi lahan. Dengan pemupukan yang sesuai kondisi petani ini diharapkan akan menghasilkan produksi yang optimal.

Ketua panitia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Perwakilan dari BB Padi, Kepala BPTP NTB, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan yang diwakili oleh Dr. Eko Sri Mulyani, Kepala Bakorluh Provinsi NTB, Perwakilan IRRI Indonesia dalam acara tersebut.

Dalam sambutan selanjutnya, Kepala Bakorluh NTB yang diwakili oleh Ir. Ulayati Ali menyampaikan bahwa pupuk merupakan faktor penting untuk peningkatan produktivitas tanaman padi. Namun bila diberikan tertalu sedikit atau terlalu banyak atau tidak tepat waktu maka tidak akan memberikan hasil yang optimal. Rekomendasi pemupukan padi sawah di beberapa daerah sudah tersedia. Lebih jauh disebutkan bahwa keberadaan aplikasi PHSL ini sangat praktis karena rekomendasi yang diberikan berdasarkan jawaban petani atas kondisi setempat dan teknik budidaya padi yang biasa dilakukan. Namun rekomendasi ini belum banyak diketahui oleh petugas dan petani secara jelas. Kepala Bakorluh juga menyampaikan bahwa tujuan penggunaan PHSL ini untuk peningkatan hasil padi per unit pupuk yang digunakan. Selain itu juga untuk dapat mengurangi serangan hama dan penyakit.

Acara pelatihan dibuka secara resmi oleh  Kepala BPTP NTB  Dr. Ir. Dwi Praptomo S, MS, yang dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada peneliti IRRI Indonesia, BB Padi selaku pelaksana pelatihan, Bakorluh Provinsi NTB, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, serta seluruh peserta TOT PHSL atas kehadirannya dalam mengikuti pelatihan ini. Selain itu, Kepala BPTP NTB tersebut mengharapkan agar pengetahuan yang didapatkan oleh peserta selama mengikuti pelatihan dapat disampaikan kepada PPL dan petani lain di wilayah masing-masing. Hal ini tidak lain untuk mendukung peningkatan produktivitas  padi di lahan tadah hujan.  Beberapa narasumber dalam pelatihan PHSL ini antara lain Prof. Dr. Zulkifli Zaeni, peneliti IRRI Indonesia, dengan materi Pemupukan Hara Spesifik Lokasi dan Lalu Wirajaswadi, M. Ed Penyuluh, senior BPTP NTB dengan materi Pengelolaan Gulma.

Dalam acara penutupan Kepala BPTP NTB mengharapkan agar hasil pelatihan  PHSL dapat diimplemenatasikan di lapangan untuk diuji coba di wilayah kerja masing-masing.  (Awaludin & Farida Sukmawati M)

Web Analytics