Berita

Temu Lapang : Hasil Demplot PTT Kedelai di Kota Mataram Di atas Produktivitas Rata-rata Nasional

Pin It

Balai Pengkajian Teknologi Pengkajian Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Barat telah melaksanakan demplot Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dan display Varietas Unggul Baru (VUB) di kelompoktani di beberapa lokasi SL-PTT  Kabupaten/Kota di NTB.

Kegiatan  tersebut dalam upaya mendukung program peningkatan produksi kedelai nasional. Selain itu diharapkan demplot PTT dapat dijadikan sebagai tempat belajar dan bertukar ilmu pengetahuan antara petani dan penyuluh pertanian. Sementara itu, dari hasil display VUB, petani diharapkan dapat memilih varietas kedelai yang diminati.

Kelompok Tani Karya Makmur Kelurahan Rembige Kecamatan Selaparang Kota Mataram, merupakan salah satu kelompok tani yang telah melaksanakan kegiatan Demplot PTT dan Display VUB kedelai Anjasmoro pada lahan seluas 1,05 ha. Penanamannya dilakasanakan sejak  (29/06/2014) .

BPTP NTB bekerjasama dengan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (Bapeluh) Kota Mataram melaksanakan kegiatan temu lapang dan panen demplot  kedelai  varietas anjasmoro pada Sabtu (20/09/2014) di  lahan Kelompok Tani Karya MakmurKelurahan Rembige Kecamatan Selaparang Kota Mataram.

Acara temu lapang dihadiri  perwakilan  Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB, Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPTPH) NTB, Balai Benih Induk Padi, Palawija dan Holtikultura (BBI-PPH) NTB, Badan Ketahanan Pangan  NTB, BPTP NTB, Dinas Pertanian Kota Mataram, Badan Koordinasi Penyuluh Pertanian (Bakorluh) NTB, Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian (Bapeluh) Kota Mataram, PT. FMC, Penyuluh Pertanian Kecamatan Selaparang, kelompok tani, dan masyarakat tani.

Panen dilakukan oleh Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB, Kepala Badan Ketahanan Pangan NTB, Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, , Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Kota Mataram, dan Koordinator FMC Wilayah Lombok.

Ir. Noor Inggah sebagai penanggung jawab kegiatan dalam penjelasan teknis  menyampaikan bahwa hasil ubinan demplot PTT kedelai varietas anjasmoro dengan produktivitas 2,36 t/ha dan hasil ubinan SL-PTT 1,4 t/ha  berada di atas produktivitas nasional 1,2 t/ha.  “Hasil ini dapat dicapai berkat penerapan teknologi oleh kelompok tani. Mulai dari  pembuatan saluran drainase keliling (setiap 4-5 m, kedalamannya, 25-30 cm dan lebar 30 cm), perlakuan benih (Marshal ST 800 gr/50 kg), penanaman dengan jarak tanam 15 x 40 cm, pemupukan NPK (phonska 100 kg/ha) ditambah POC (BOOM Flower 1,5 ltr/ha), penggunaan mulsa jerami, pengairan pada fase-fase kritis minimal 3 x (pada fase vegetatif, saat berbunga, dan pada saat pengisian polong), pengendalian OPT, menggunakan (Marshal 200 EC 0,5 ltr/ha, bostok 0,5 ltr/ha),  sampai panen (95 % polong sudah berwarna coklat) dan pasca panen semua menggunakan teknologi yang dianjurkan.

Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS mengapresiasi keberhasilan demplot PTT  kedelai oleh petani  yang diinisiasi oleh BPTP NTB, dengan produktifitas 2, 36 t/ha, lebih tinggi dari produktivitas nasional. Bahkan dalam sambutannya Kepala BPTP NTB menghimbau agar petani wajib mengembangkan kedelai yang produktivitasnya tinggi untuk memenuhi kebutuhan kedelai nasional, karena NTB merupakan produsen kedelai urutan ketiga secara nasional. Petani dapat menjadikan demplot PTT ini sebagai contoh untuk dikembangkan di lahannya. “Kewajiban BPTP NTB adalah mendesiminasikan teknologi untuk diterapkan oleh petani” tambahnnya.

Ir. Hj. Tasnim, Kepala Badan Pelaksana penyuluhan Pertanian (Bapeluh) Kota mataram dalam sambutannya mengharapkan agar semua dinas terkait dapat terus melakukan koordinasi dalam upaya mendukung swasembada kedelai serta bekerjasama dengan BPTP NTB agar bisa membina penyuluh pertanian lapangan terkait teknologinya. Lebih lanjut Tasnim menghimbau agar semua PPL mempelajari introduksi teknologi dari BPTP NTB untuk dijadikan  sebagai materi penyuluhan.

Selesai Acara panen dilanjutkan dengan temu wicara yang dipandu oleh Kepala BPTP NTB. Dalam temu wicara para petani dan penyuluh pertanian banyak menanyakan cara pemanfaatan pestisida nabati, ketersediaan benih kedelai, dan permintaan berbagai teknologi yang diwujudkan dalam bentuk demplot dan gelar teknologi lainnya.

Dari berbagai pertanyaan tersebut, nara sumber dari BPTP NTB, Bakorluh NTB, Dinas Pertanian TPH NTB, BBI-PPH NTB, BKP NTB dan Koordinator FMC memberikan jawaban dan respon yang cukup memuaskan bagi peserta. (M.F. Matenggomena & Farida Sukmawati M)

Web Analytics