Berita

Workshop Pengembangan Lahan Kering Iklim Kering: Evaluasi Dan Rencana Tindak Lanjut 2015

Pin It

Nusa Tenggara Barat merupakan wilayah lahan kering iklim kering yang terluas kedua setelah Nusa Tenggara Timur. Lahan kering tersebut sangat potensi untuk mendukung ketahanan pangan bahkan ke depan ketahanan pangan akan banyak bergantung kepada produktivitas lahan kering, karena lahan sawah irigasi akan semakin sempit akibat adanya alih fungsi lahan yang sangat tinggi. Namun demikian, lahan kering belum dimanfaatkan secara optimal dan selama ini pemerintah lebih mengutamakan pengembangan lahan sawah irigasi dibandingkan dengan lahan kering. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya program pemerintah yang dilakukan dilahan sawah dibandingkan dengan di lahan kering yang mungkin memacu terjadi ketimpangan kesejahteraan petani di lahan kering dan basah (sawah).

Revitaliasi dan percepatan pengembangan lahan kering merupakan pilihan yang strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan. Hal ini kerena sebagian besar masyarakat miskin di NTB bermukim di perdesaan dan sebagian besar sumber penghidupannya berasal dari aktivitas pertanian pada lahan kering iklim kering. Adanya program pengembangan pertanian lahan kering iklim kering ini akan menyentuh masyarakat miskin secara langsung sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Berdasarkan hal tersebut maka, Forum Komunikasi Profesor Riset (FKPR)  Badan Litbang Pertanian, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), dan BPTP NTB telah melaksanakan Workshop dengan tema Pengembangan Lahan Kering Iklim Kering, Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut 2015, dilaksanakan di hotel Marina Bima NTB pada Selasa (16/9/2014). Kegiatan workshop ini dihadiri oleh Bappeda Kabupaten Bima dan SKPD terkait sektor pertanian Kabupaten Bima, UK dan UPT Badan litbang Pertanian dengan peserta berjumlah 50 orang. Workshop dibuka oleh Kepala BBSDLP, Dr. Deddy Nursyamsi dan dilanjutkan oleh presentasi dari Kepala Bappeda Kabupaten Bima yang berjudul arah dan strategi pembangunan pertanian lahan kering di Kabupaten Bima. Setelah rehat, presentasi dilanjutkan oleh Kepala BPTP NTB dan dari BPTP NTT. Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS menyampaikan perkembangan model percepatan pembangunan pertanian berbasis inovasi di lahan kering iklim kering di NTB dan dari BPTP NTT berjudul Implementasi system pertanian lahan kering iklim kering di NTT. Presentasi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Irsal Las tentang overview model pengembangan pertanian lahan kering iklim kering.

Acara dilanjutkan dengan meminta respon kepada SKPD Pemda Bima tentang kegiatan lanjutan yang akan dilaksanakan di Kecamatan Donggo, sebagai lokasi model pengembangan lahan kering iklim kering di Kabupaten Bima. Rumusan hasil workshop akan sampaikan ke seluruh perserta dan Pemerintah Kabupaten Bima terutama Bappeda Kabupaten Bima sebagai pedoman untuk menindaklanjuti hasil workshop tersebut.   (AS).

Web Analytics