Berita

Temu Lapang Display Varietas Padi Inbrida di Kabupaten Lombok Barat

Pin It

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu lumbung padi nasional, sehingga diperlukan penggunaan teknologi dalam upaya peningkatkan produktivitas padi di Nusa Tenggara Barat. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan penggunaan Benih Varietas Unggul Baru (VUB) yang mempunyai produktivitas tinggi, tahan OPT, dan spesifik lokasi.

Untuk memperkenalkan berbagai VUB padi  tersebut, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura BPSB-TPH Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan Temu Lapang Display 13 jenis varietas padi Inbrida di Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, dengan luasan 0,20 ha lahan. Penanaman telah dilaksanakan sejak (09/6/2014) di lahan petani. Tujuan display ini adalah untuk mensosialisasikan kepada petani  berbagai VUB padi yang baru di lepas, yang dapat beradaptasi baik dan sesuai dengan minat petani. Selain itu, display juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam mengenal karakter morfologi berbagai VUB dibandingkan dengan varietas yang banyak digunakan oleh petani dan penangkar benih.

Temu Lapang dilaksanakan Kamis (18/09/2014), dihadiri 60 peserta dari perwakilan Instansi Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan (DISPERTABUN)  Kabupaten Lombok Barat, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB, Balai Benih Induk (BBI) Provinsi NTB, BPSB-TPH Provinsi  NTB, penyuluh pertanian Kecamatan Lingsar, penangkar, dan petani.

Acara diawali dengan melihat hasil display VUB padi. Peserta mendapatkan penjelasan dari Penanggung Jawab Kegiatan Display, Siti Rohini tentang varietas dengan produktivitas tinggi, tahan hama penyakit, dan mampu beradaptasi dengan kondisi lokal spesifik.

Sambutan pertama disampaikan Kepala DISPERTABUN Kabupaten Lombok Barat yang diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Suhaili SP. Dalam sambutannya Suhaili mengharapkan kepada petani dan penangkar yang hadir, setelah melihat hasil dan mendapatkan penjelasan hasil display VUB dapat mengembangkan serta mensosialisasikannya kepada petani lain. Di kesempatan selanjutnya, Kepala BPTP NTB, Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS dalam sambutannya menyampaikan dukungan BPTP-NTB untuk  swasembada padi berkelanjutan dan pengembangan VUB padi,  termasuk teknologi meningkatkan produktivitasnya. Hal ini karena swasembada padi berkelanjutan merupakan amanat Kementerian Pertanian. Lebih jauh disampaikan bahwa padi yang banyak diminati petani adalah yang produktivitasnya tinggi, tahan hama penyakit, umur pendek, tahan kekeringan, tahan rendaman dan rasa nasinya pulen. Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS  menambahkan bahwa setiap tahun BPTPNTB juga melaksanakan desiminasi dan Display VUB di seluruh kabupaten/kota di Provinsi NTB sesuai kondisi spesifik lokasi. “Ada 2 jenis VUB unggulan display BPTP NTB  yaitu inpari 19 dan inpari 30” imbuhnya.

Diakhir sambutanya, Kepala BPTP-NTB mengharapkan ada senergi antara berbagai instansi di NTB untuk mendukung swasembada pangan, peningkatan produksi padi sehingga kesejahteraan petani dapat tercapai.

Kepala BBI Provinsi NTB yang di wakili Lalu Burda memberikan sambutan berikutnya dimana dalam sambutannya mengatakan bahwa terdapat stok benih padi berlabel di BBI sejumlah 74.950 kg. Salah satu VUB padi yang kekurangan stok adalah inpari 25. Karena itu Lalu Burda mengharapkan kerjasama semua pihak dalam memenuhi permintaan petani.

Rangkaian ccara dilanjutkan dengan temu wicara yang dipandu oleh Penanggung Jawab Display,  Siti Rohini dari BPSBTPH Provinsi NTB. Dalam temu wicara para peserta banyak menanyakan masalah modal usaha penangkaran, OPT, kelangkaan pupuk, dan cara mendapatkan Combine Harvester.

Para narasumber dari DISPERTAKBUN Kabupaten Lombok Barat, BPTP NTB, dan Balai Penyuluhan Kecamatan Lingsar menanggapi dan memberikan solusi dari pertanyaan-pertanyaan  peserta.   (M Faesal Matenggomena & Farida Sukmawati M)


Web Analytics