Berita

Panen Padi Inpari-30 Dan Temu Lapang Di Plampang, Kabupaten Sumbawa

Pin It

Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu dari sentra produksi padi nasional, sehingga upaya untuk terus meningkatkan produksi padi harus digalakkan. Salah satu kabupaten penghasil padi di NTB adalah Kabupaten Sumbawa dengan luas sawah 86.024 ha dan produksi padi 418.489 ton GKG. Dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas padi mendukung swasembada pangan berkelanjutan, BPTP NTB telah melaksanakan demplot padi Inpari-30 Ciherang Sub-1 di Desa Selante, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan ini dilaksanakan di kelompoktani “Orong Rea Bawa” dengan luasan 1 ha menggunakan benih padi Inpari-30 Ciherang Sub-1. Pada hari Selasa (09/09/2014) telah dilakukan panen di lokasi Demplot oleh Kepala BPTP NTB, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sumbawa, BP4K Kabupaten Sumbawa, Camat Plampang, Kapolsek dan Danramil Kecamatan Plampang.

Selesai panen dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama dari Camat Plampang Drs. Ibrahim, SP, yang menyatakan bahwa kegiatan panen dan temu lapang ini sangat penting bagi masyarakat tani di daerah ini karena dengan teknologi baru produksi padi dapat ditingkatkan dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk untuk mengurangi kemiskinan. Ibrahim mengharapkan agar para penyuluh pertanian terus mengawal kegiatan ini dan menjadikannya sebagai bahan penyuluhan bagi petani dan kelompoktani di wilayahnya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sumbawa, Ir. Talifuddin dalam sambutannya sangat mengapresiasi BPTP NTB karena terus menyampaikan inovasi teknologi kepada para petani. Diharapkan rekomendasi teknologi dari BPTP NTB ini dapat diterapkan di daerah ini, dan sebagai bahan dalam penyusunan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), dengan demikian kebutuhan pupuk dapat direncanakan lebih awal.

Kepala BPTP NTB, Dr.Ir. Dwi Praptomo dalam sambutannya menjelaskan bahwa sudah menjadi tugas BPTP NTB untuk menyiapkan teknologi bagi petani, termasuk dengan melaksanakan demplot. Demplot yang dilakukan dalam rangka mendampingi program SL-PTT, yaitu dengan demplot PTT Padi, demplot PTT Jagung, dan demplot PTT Kedelai, yang dilaksanakan di seluruh wilayah NTB. Untuk demplot PTT Padi, dilaksanakan di setiap Kabupaten/Kota di NTB sehingga jumlahnya 10 unit. Hasil ubinan demplot di Desa Selante Kecamatan Plampang ini mencapai 9,2 – 9,3 ton/ha GKG (setelah dikonversi dari GKP), ini luar biasa karena biasanya petani di daerah ini rata-rata hanya menghasilkan sekitar 5 ton/ha GKG. Sistem tanam jajar legowo yang dilaksanakan pada setiap demplot PTT menjadi wajib dan teknologi ini yang juga meningkatkan produktivitas. Dwi Praptomo mengharapkan agar demplot ini menjadi bekal bagi penyuluh pertanian untuk menyebarluaskan inovasi teknologi BPTP, terutama dalam penyebaran varietas unggul baru dan sistem tanam jajar legowo.

Acara selanjutnya adalah temu wicara antara para petani dan penyuluh pertanian dengan nara sumber dari BPTP NTB, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sumbawa, BP4K Kabupaten Sumbawa dan Camat Plampang. Beberapa hal yang ditanyakan dan didiskusikan oleh para petani, penyuluh pertanian dan para kelapa desa, antara lain mencakup masalah: pencetakan sawah baru, pembangunan bendungan, saluran irigasi, jalan usahatani, mesin tanam dan mesin panen, kebutuhan benih padi, bantuan brosur, leaflet, liptan, pelatihan-pelatihan bagi penyuluh pertanian. Harapan sebagian besar peserta temu wicara adalah agar teknologi-teknologi lain dari BPTP bisa diperagakan di daerah ini agar para petani menjadi lebih maju lagi. (DPS).

Web Analytics