Berita

Pertemuan Kelompok Tani Kakao Di Dusun Busur Barat Kabupaten Lombok Utara

Pin It

Dalam rangka pendampingan teknologi sumberdaya kakao, maka diadakan pertemuan kelompok untuk membahas rencana peremajaan kakao yang dilaksanakan di Kelompok Tani Lebah Madaya, Dusun Busur Barat, Desa Rempek Kecamatan Gangga, Rabu (3/9/2014). Pertemuan ini dihadiri oleh 45 orang anggota Kelompok Tani Lebah Madaya termasuk KWT yang ada di dusun ini. Turut hadiri pula PPL Desa Rempek dan salah seorang petani kooperator yang telah melaksanakan sambung samping di Dusun Pancor Getah, Desa Rempek serta perwakilan dari Perusahaan Petrosida Gresik Cabang NTB.

Pertemuan dibuka dengan perkenalan BPTP sebagai lembaga pengkajian yang bertugas merakit dan mendiseminasikan teknologi untuk petani oleh Ir. Sudarto dari BPTP NTB. BPTP NTB hadir untuk memberikan pendampingan kepada petani di Dusun Busur Barat tentang teknologi peremajaan kakao karena melihat kondisi kakao di daerah ini yang sudah tua dan kurang produktif serta belum adanya pendampingan yang dilakukan untuk mengatasi keadaan tersebut. Beberapa permasalahan tanaman kakao yang ada di dusun ini antara lain: umur tanaman, tinggi tanaman, produktivitas, dan hama penyakit. Umur tanaman kakao di daerah ini sudah cukup tua yakni sekitar 25 tahun. Dilihat dari kondisi fisiologisnya, tanaman ini sudah terlalu tinggi yakni berkisar antara 6-7 m. Disamping itu hama penyakit yang menyerang tanaman kakao di daerah ini berimbas terhadap menurunnya produktivitas tanaman kakao. Masalah-masalah tersebut perlu mendapat penanganan yang serius mengingat daerah ini belum pernah mendapatkan pendampingan teknologi tentang tanaman kakao. Ir. Sudarto dan Dr. Yohanes G.B. dari BPTP NTB memaparkan bahwa teknolgi yang perlu dilakukan untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut antara lain dengan melakukan peremajaan dan pemangkasan. Lebih lanjut diungkapkan bahwa peremajaan dapat dilakukan dengan teknik sambung samping sedangkan pemangkasan dapat dilakukan dengan beberapa tahap yakni pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, pemangkasan produksi, serta pemangkasan wiwil.

Dalam pertemuan ini juga ditayangkan sebuah video tentang budidaya kakao dari pembibitan hingga pemangkasan. Setelah mendapatkan ilmu tentang teknik sambung samping dan pemangkasan, kemudian dilakukan praktek sambung samping bersama anggota Kelompok tani Lebah Madaya pada pohon kakao yang ada di sekitar lokasi pertemuan. Teknik sambung samping ini diajarkan oleh Ir. Sudarto serta dibantu oleh Sadiki, petani kooperator di Dusun Pancor Getah yang telah melaksanakan sambung samping. Praktek sambung samping ini dimulai dari cara pemilihan entries kakao yang baik untuk dijadikan tunas, kemudian dilanjutkan dengan teknik sambung samping  dengan entries yang telah diambil tersebut.

Setelah praktek sambung samping dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tentang jenis hama penyakit serta obat-obatan untuk mengatasinya oleh Candra dari PT Petrosida Gresik. Petrosida Gresik memberikan solusi untuk serangan hama yakni Biokaosida yang merupakan pestisida organik yang ramah lingkungan. Obat ini juga sudah dikaji oleh IPB dan efektif terhadap serangan hama penyakit tanaman serta jamur phytoptora pada buah kakao.

Rangkaian kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik dari petani dilihat dari rasa keingintahuan petani yang besar tentang teknik sambung samping tersebut. Pada pertemuan kelompok ini kemudian disepakati rencana tidak lanjut dari pendampingan sambung samping kakao yang akan dilakukan Rabu, (10/9/2014). Diharapkan dengan adanya pendampingan ini petani kakao di Dusun Busur Barat dapat lebih inovatif dalam melakukan pemeliharaan kakao sehingga pendapatan akan meningkat. (Sylvia K. Utami & Yohanes G. B)

Web Analytics