Berita

Sosialisasi Kerjasama Pengkajian Industri Perbenihan Kentang di NTB

Pin It

Kentang merupakan salah satu sumber pangan utama dunia setelah padi, gandum, dan jagung disamping itu  kentang termasuk salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai perdagangan domestik dan potensi ekspor yang cukup baik. Salah satu lokasi  produksi kentang di Indonesia adalah wilayah dataran tinggi Sembalun, Lombok Timur, NTB, yang memproduksi kentang sekitar 12.500 ton per tahun.  Bedasarkan hasil penelitian BPTP NTB dan ACIAR tahun 2009-2011 wilayah pertanaman kentang di Sembalun terindikasi bebas virus NSK (Nematoda Sista Kuning) sehingga ideal digunakan sebagai lokasi perbenihan kentang.

Problem utama dalam upaya meningkatkan produktivitas kentang adalah  ketersediaan benih yang berkualitas yang  masih terbatas di produsen benih (penangkar benih) sehingga sangat mempengaruhi pengembangan dalam budidayanya. Keadaan tersebut sangat  mempengaruhi pasar untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan pabrik makanan yang menggunakan bahan baku kentang.

Guna mendukung ketersediaan benih, maka Tim Peneliti dari DAFWA yang didanai oleh ACIAR akan melakukan pengkajian di lapangan dalam rangka membangun  inisiasi model perbenihan kentang rakyat. Model ini tentunya akan memanfaatkan secara maksimal sumberdaya yang tersedia dengan input-input inovatif yang telah dihasilkan oleh penelitian sebelumnya baik yang dilakukan oleh BPTP NTB, ACIAR atau lembaga penelitian lainnya. Kedatangan Tim ACIAR (Julie Warren) kali ini merupakan sosialisasi awal yang sebelumnya dilakukan diskusi dengan kelompok petani di Sembalun yang dilanjutkan dengan pertemuan dengan stakeholders terkait (Kelompok tani kentang, Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram, Dinas Pertanian Provinsi NTB, BPSB, BPTPH, BBI dan Universitas Mataram, dan BPTP NTB) di kantor BPTP NTB pada (25/8/2014).

Dalam sambutannya Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama melakukan pengkajian perbenihan kentang guna meningkatkan taraf hidup petani kentang khususnya di Sembalun.  Beberapa hasil diskusi diantaranya tentang industri perbenihan kentang hendaknya mengikuti  alur perbenihan kentang yang sudah ditetapkan, aturan perijinan keluar-masuk benih kentang di NTB serta pemberdayaan petani menjadi catatan penting untuk dapat diinkoporasikan dalam uji-coba yang akan dilakukan.

Sosialisasi ini ditutup dengan harapan agar BPTP NTB segera dapat menyusun kajian prospek pengembangan industri perbenihan kentang dengan melakukan scoping study pada lokasi produksi kentang yang digali dari berbagai sumber informasi di lapangan pada berbagai level supply chain dan seluruh stake holders yang terkait. (Muji Rahayu)

Web Analytics