Berita

Penghargaan Kelompok Wanita Tani (KWT) MKRPL Berprestasi di NTB

Pin It

Pekan Agroinovasi Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian dalam rangka HUT Badan Litbang Pertanian Ke-40 dan 20 tahun lahirnya BPTP NTB  dilaksanakan pada (19-23/8/2014). Banyak hasil pengkajian yang telah dilakukan BPTP NTB yang di pamerkan pada acara tersebut, baik yang ada di Lingkungan BPTP NTB maupun  hasil – hasil pengkajian yang disajikan dalam workshop.

Kegiatan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) salah satu hasil pengkajian yang dilakukan BPTP NTB, dengan membina dan mengembangkan Kelompok Wanita Tani di NTB sebagai mitra dalam kegiatan tersebut. Ada tiga KWT MKRPL berpersetasi, mendapatkan penghargaan pada acara puncak Pekan Agroinovasi Badan Litbang Pertanian pada Rabu, (20/08/2014), yang di hadiri oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi., M, sekaligus memberikan ucapan selamat.

KWT “Karya Wanita” Kabupaten Lombok Barat menerima penghargaan sebagai juara pertama diterima oleh ibu Hartini sebagai ketua kelompok, KWT Mekar Permai Kabupaten Sumbawa Barat menerima penghargaan sebagai juara kedua yang diterima oleh Ibu Maskendi sebagai  ketua kelompok, dan KWT “Karawi Sama” Kota Bima menerima penghargaan sebagai juara Ketiga dan diterima oleh  Ibu Ainun Nafis sebagai ketua Kelompok.

Dr. Moh. Nazam, SP.,MSi  selaku Pembina mKRPL menjelaskan sekilas tentang KWT yang berperestasi yaitu :  KWT “Karya Wanita”  yang diketuai oleh ibu Hartini, salah satu kelompok MKRPL binaan BPTP NTB sejak tahun 2013 di Dusun Dasan Belo Desa Jembatan Kembar Timur Kecamatan Lembar Lombok Barat, merupakan KWT terbaik. Ibu Hartini yang sehari hari berprofesi sebagai petani dan pedagang sangat aktif membina kelompoknya agar bisa berkembang dengan baik. Pekarangannya digunakan sebagai tempat pembibitan atau Kebun Bibit Desa untuk keperluan anggota kelompoknya maupun masyarakat secara luas.

Selanjutnya Nazam, mengatakan keberhasilan Hartini dan kelompoknya dalam membangun MKRPL  mendapatkan perhatian dari beberapa kalangan, baik dari kelompok wanita tani atau perorangan di luar kawasan, para penyuluh pertanian atau petugas dan pejabat dinas intasi terkait. Bahkan Wakil Menteri Pertanian RI Dr. Rusman Heriawan pernah berkunjung pada (5/03/2014). Selain itu KWT  ini mendapatkan kehormatan sebagai salah satu objek kunjungan World Bank-FAO Communities of Practice (CoP). Dengan rombongan dari berbagai negara yang berjumlah 20 orang. Maksud kedatangannya adalah untuk belajar dan mendapatkan informasi dan pengalaman membangun MKRPL yang nantinya akan dikembangkan di negara-negara lain.

M. Nazam juga mengungkapkan komoditas yang di kembangkan oleh KWT “Karya Wanita” adalah jenis komoditas yang paling banyak di butuhkan rumah tangga sehari-hari, antara lain dari jenis sayuran, seperti cabai, terong, tomat, kangkung, sawi, bayam, labu, seledri kemangi, pare, gambas, kacang panjang, mentimun, koro, kecipir, dan lain-lain. Tanaman pangan antara lain : talas, uwi, ubi kayu, ubi jalar. Tanaman buah-buahan seperti mangga, anggur, pepaya. Tanaman obat-obatan antara lain : Kunyit, lengkuas, jahe, kencur, sirih, sereh. Ternak khususnya ayam dan itik, ada beberapa anggota kelompok memelihara ikan nila dan lele.

Hartini mengungkapkan bahwa banyak manfaat yang dirasakan atas keberhasilan MKRPL ini. Yanga paling dirasakan adalah mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sebesar RP, 5.000 – Rp 15.000 per hari.

Menurut pengakuan Hartini sebagian besar hasil MKRPL adalah untuk konsumsi rumah tangga, sebagian diberikan kepada tetangga atau kerabat dan sebagian lagi di jual untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Disamping menjual hasil dalam bentuk sayuran yang siap dikonsumsi, juga banyak menjual bibit tanaman kepada masyarakat yang membutuhkan. “Permintaan bibit yang banyak terkadang tidak mampu dipenuhi oleh kelompok kami”. Katanya.

Saat ini KWT “Karya wanita” sedang mengembangkan usahanya ke pengolahan hasil, seperti keripik bayam, kacang sembunyi, stik kangkung, dan puding labu. (Moh. Nazam dan MFM)

Web Analytics