Berita

Workshop Pengelolaan Sumber Daya Genetik Provinsi NTB

Pin It

Keragaman Sumber Daya Genetik (SDG) lokal hendaknya dapat dikelola dengan baik agar  terhindar dari ancaman erosi genetik dan kepunahan, di lain fihak masyarakat dapat memperoleh manfaatnya, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Untuk menjaga kelestarian SDG di NTB, maka pemerintah berupaya melestarikan dan mengembangkan SDG lokal dengan melakukan kerjasama dengan lembaga perguruan tinggi dan lembaga penelitian di NTB. Untuk mewujudkan hal itu, di NTB telah dibentuk Komda SDG, dengan harapan dapat memberikan dorongan kepada berbagai pihak di daerah untuk mengelola SDG dengan sebaik-baiknya, serta melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan dalam upaya pelestarian dan pemanfaatannya.

Pada Selasa (19/08/2014) BPTP NTB mengadakan kegiatan Workshop Sumber Daya Genetik Provinsi NTB di BPTP NTB dengan menghadirkan 5 orang pemateri  yaitu Ir. Nyoman Sudarma, MM dari Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian NTB dengan materi “Pengelolaan lingkungan Hidup dan SDG Pronvinsi NTB”,  Dr. Kartanegara dari Lembaga Penelitian Universitas Mataram dengan materi “Pengelolaan SDG tanaman, ternak dan ikan”,  Ir. Syamsuddin dari BAPEDA NTB tentang “Kebijakan Daerah dalam Pelestarian Lingkungan”, Ir Muji Rahayu, M.Si dari BPTP NTB  tentang “Pengelolaan SDG tanaman di BPTP NTB” dan Ir. H. Sapirin MM, pakar Tanaman Herbal tentang “Pengeloaan SDG tanaman obat dan manfaatnya”. Hadir pada acara  tersebut dari Lembaga Penelitian Universitas Mataram, Universitas NW, DISHUT NTB,  BBI PPH NTB, DIPERTA NTB, DISNAKESWAN NTB, DISLUTKAN NTB, BKSDA NTB, TN GUNUNG RINJANI, BLHP NTB, BAPPEDA NTB, dan BPTP NTB.

Acara diawali dengan sambutan oleh Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS, yang menyampaikan terima kasih atas kehadiran instansi dan perorangan yang terkait dengan sumberdaya genetik. “Dalam kegiatan ini kita semua mencoba mendapatkan masukan dan informasi dari instansi terkait, tentang SDG, bagaimana sistem pengelolaannya, apa yang telah dikerjakan, dan sebagainya”.

Selanjutnya Kepala BPTP menjelaskan tujuan dari kegiatan workshop ini adalah untuk memperkuat kelembangaan KOMDA SDG NTB dengan menyusun beberapa program kerja terkait dengan SDG lokal di NTB. “Kalau tidak ada lembaga yang mengelola SDG, kemungkinan SDG yang ada di NTB bisa punah, dan kita akan kehilangan modal hayati yang tidak ternilai harganya”, tambahnya.

Di akhir sambutannya, Kepala BPTP mengharapkan agar semua yang hadir berpartisipasi dalam memberikan masukan untuk penyusunan program pengelolaan SDG yang bisa di kembangkan di NTB. “Mudah-mudahan pertemuan ini dapat bermanfaat dan di akhir acara kita mendapatkan  hal-hal yang bisa kita kerjakan selanjutnya terkait dengan pengelolaan SDG di NTB”, katanya.

Hasil diskusi antara lain: (1) Dinas Peternakan: Inventarisasi Kerbau asli Sumbawa, kuda Sumbawa, dan Sapi Sumbawa dan upaya meningkatkan populasinya; (2) Dinas Pertanian Prov. NTB memiliki program pengembangan kawasan buah unggulan lokal; (3) pembuatan data base SDG dimasing-masing SKPD, sedangkan jenis kelompok SDG dipilih sesuai dengan skala prioritas berdasarkan tingkat kepentingan.  Pembuatan data base ini akan melibatkan peneliti yang berkompeten dari BPTP NTB dan Universitas Mataram; (4) Taman Nasional Gunung Rinjani menyampaikan bahwa program identifikasi SDG dikawasan hutan adalah kegiatan yang selalu ada dan kedepan akan melihat bioprospektusnya sehingga akan terpetakan di bagian mana manfaat tanaman khususnya untuk tanaman obat-obatan.

Dengan terinventarisirnya program-program  yang ada di SKPD/Instansi/Lembaga tentunya  membantu lembaga penelitian yang ada di NTB (BPTP dan perguruan tinggi) untuk memfokuskan  dan mensinergikan kegiatan penelitian untuk  mendukung program-program tersebut.  Selain program dari pemerintah, maka upaya pelestari  SDG (Ir. H. Sapirin, MM)  terhadap pengembangan tanaman obat dan usaha pembuatan ramuan herbal perlu didukung dan difasilitasi Pemerintah Daerah setempat agar dapat meningkatkan pemberdayakan masyarakat dan mengurangi pengangguran.

Program-program yang diinvetarisir tersebut akan dikoordinasikan dengan  masing-masing pelaksana yang tergabung dalam KOMDA SDG Prov. NTB, sehingga di setiap akhir tahun KOMDA SDG Provinsi NTB  dapat merencanakan kegiatan Lokakarya dan Seminar Nasional untuk menghasilkan rekomendasi-rekomendasi kebijakan pengelolaan SDG Lokal  kepada Pemerintah Provinsi NTB. (Sumber: Muji Rahayu dan M Faesal Matenggomena).

Web Analytics