Berita

Halal Bi Halal Menguatkan Ikatan Kekeluargaan Karyawan BPTP NTB

Pin It

Merayakan Idul fitri artinya kembali kepada kesucian dan fitrah, sebab mereka telah beribadah dibulan Ramadhan khususnya berpuasa dan puasa itu mengampuni dosa-dosa yang telah lewat disamping mereka juga mengerjakan ibadah-ibadah lainnya, baik yang wajib seperti shalat, zakat (zakat Fitrah) serta ibadah-ibadah sunnat yang sangat tinggi nilainya dibulan ramadhan.

Semua umat Islam merayakan hari kemenangan tersebut, dengan berkumpul bersama keluarga, dan bersilaturahmi dengan tetangga dan teman-teman sejawat dengan saling memaafkan, yang lebih dikenal dengan halal bi halal. Pada Selasa, (12/08/2014), keluarga besar BPTP NTB melaksanakan kegiatan halal bi halal di halaman BPTP NTB yang dihadiri oleh seluruh karyawan BPTP NTB beserta keluarga, dan hadir pula karyawan Purnabakti BPTP NTB, pimpinan dan karyawan instansi tetangga, Camatan Narmada, Kapolsek Narmada, Babinsa Narmada, Kepala Desa Peresak serta beberapa tokoh masyarakat di sekitar kantor.

Acara diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran dan terjemahannya. Selanjutnya Kepala BPTP NTB, Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS menyampaikan kata pengantarnya. Dalam kata pengantarnya Dwi Praptomo mengatakan bahwa kegiatan halal bi halal ini merupakan tradisi silaturahmi setiap tahun, mulai dari BIP sampai sekarang. “Kegiatan ini sebagai momentum untuk saling memaafkan dan saling mengenal antara keluarga karyawan BPTP NTB yang masih bertugas dan purnabakti”, katanya.

Kepala BPTP dalam kesempatan tersebut, juga menyampaikan  mohon maaf lahir dan bathin, minal a`idzin wal fa`idzin atas nama pribadi dan keluarga, semoga semua kesalahan yang dilakukan selama ini dapat dimaafkan.

Diakhir pengantarnya, Kepala BPTP NTB mengharapkan melalui momentum ini, semua karyawan BPTP NTB dapat bekerja lebih giat lagi kedepannya.

Puncak acara halal bil halal adalah siraman rohani yang disampaikan oleh Tuan Guru H. Hasanain Juaini Lc. Dalam ceramahnya Tuan Guru menasehati  semua karyawan BPTP NTB harus bersatu tidak membuat perpecahan dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat yaitu peraturan dijalankan dengan baik, program dilaksnakan dengan efektif dan pembiayaan dijalankan dengan efisien.

Selanjutnya Tuan Guru menjelaskan hadis Nabi Muhammad SAW tentang kewajiban sesama muslim diantaranya, apabila bertemu sesama muslim untuk saling memberikan salam agar saling berpengaruh dalam hal kebaikan,  jika di panggil jawablah  dengan baik agar saling merasa dihormati, dan jika sakit jenguklah, agar yang sakit tetap optimis atas kesembuhanya.

Acara ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan saling berjabat tangan, saling maaf memaafkan oleh para karyawan BPTP NTB beserta keluarga serta undangan yang hadir.  (Sumber : MFM).

Web Analytics