Berita

Panen Padi Inpari-30 Ciherang Sub-1 Bersama Walikota Mataram

Pin It

Tahun 2014 merupakan tahun akhir target swasembada beras dengan sasaran surplus beras nasional 10 juta ton. Oleh karena itu, segala upaya dalam rangka mencapai surplus beras terus dilakukan di seluruh Indonesia, termasuk di NTB. Program 100 hari terakhir menjelang berakhirnya Kabinet Indonesia Bersatu II untuk Kementerian Pertanian diprioritaskan untuk mempertahankan dan melestarikan swasembada pangan, terutama beras.

Guna mendukung kelestarian swasembada beras di NTB, BPTP NTB pada tahun 2014 ini telah melaksanakan demplot PTT Padi di setiap Kabupaten/Kota di NTB (10 lokasi), dan display varietas unggul baru (VUB) padi di 100 kecamatan. Tujuan utama dari demplot tentunya adalah sebagai media diseminasi teknologi untuk peningkatan produktivitas padi.

Salah satu lokasi demplot PTT padi adalah demplot di kelompoktani “Pade Angen” di Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Walaupun areal sawah di Kota Mataram semakin berkurang, namun upaya untuk mempertahankan swasembada beras di kota Mataram masih terus diupayakan. Di lokasi ini telah dilaksanakan demplot PTT padi seluas 1 ha, yang juga diikuti petani lain di sekitarnya seluas 1,7 ha, sehingga luas keseluruhan 2,7 ha. Selain itu juga diintroduksi 8 VUB padi, yaitu varietas Inpari 16, 19, 22, 23. 26, 27, 28, 30. Sistem tanam dengan menggunakan jajar legowo 2:1, 3:1, dan 4:1.

Pada hari Sabtu (09/08/2014) telah dilakukan panen dan temu lapang demplot PTT Padi yang dihadiri langsung oleh Walikota Mataram. Dalam laporannya, Kepala BPTP NTB, Dr.Ir. Dwi Praptomo S, MS, menyampaikan bahwa demplot PTT ini merupakan kerjasama antara BPTP NTB dengan para penyuluh pertanian dari Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K) Kota Mataram. Demplot PTT padi di Kota Mataram ini menggunakan varietas Inpari-30 Ciherang Sub-1, dengan pertimbangan: umur tanaman pendek (111 hari), rasa nasi enak (pulen), rata-rata hasil 7,2 ton/ha GKG dengan potensi hasil 9,6 ton/ha GKG, agak rentan wereng coklat biotipe-1 dan 2 serta hawar daun bakteri patotipe-3, dan yang lebih penting tahan terhadap genangan atau banjir. Inpari-30 Ciherang Sub-1 yang merupakan turunan dari Ciherang dan IR-64 ini juga cocok untuk dataran rendah dari 0-400 meter di atas permukaan laut, sehingga juga cocok untuk daerah Mataram yang memang berada di dataran rendah.

Sementara itu Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada BPTP NTB atas kegiatan demplot sebagai wahana penyuluhan bagi para petani, tentunya dibantu para penyuluh pertanian lapangan. Sesuai dengan direktif Presiden, bahwa prioritas pembangunan nasional adalah di bidang ketahanan pangan. Walaupun kota Mataram luasnya hanya 61,36 km2 dengan penduduk sekitar 429.000 jiwa, masalah pangan tetap menjadi penting, sehingga upaya peningkatan produksi, terutama beras, menjadi perhatian utama. Tantangan yang dihadapi tentunya masalah alih fungsi lahan, karena Mataram sebagai ibukota provinsi NTB, pastilah pembangunan perumahan, perkantoran, dan industri akan menggunakan lahan-lahan sawah.

Acara temu lapang diakhiri dengan temu wicara antara Walikota dan jajaran Pemerintah Daerah, dengan para petani dan penyuluh pertanian. Hadir dalam acara ini SKPD/Instansi lingkup pertanian dan yang terkait tingkat provinsi NTB dan Kota Mataram, BUMN pupuk, mitra swasta produsen benih dan pestisida, jajaran TNI-AD, tokoh masyarakat, penyuluh pertanian, dan para kontaktani se Kota Mataram beserta anggota kelompoktani di Kelurahan Pagutan dan sekitarnya. Hal-hal yang mengemuka dalam temu wicara antara lain masalah kesulitan mendapatkan pupuk, masalah kebutuhan benih, infrastruktur pengairan, perlunya bantuan alat tanam jajar legowo. Selain itu, para penyuluh minta agar diberikan kesempatan studi banding dan lahan untuk pengkajian maupun demplot di BPP, sebagai sarana untuk kegiatan penyuluhan (DPS).

Web Analytics