Berita

Panen Benih Kedelai Bersama Bupati Bima Di Soromandi

Pin It

Sampai sekarang Indonesia masih mengimpor kedelai, sehingga target swasembada kedelai menjadi prioritas utama pembangunan pertanian. Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan sentra produksi kedelai nasional setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah, oleh karena itu pengembangan kedelai di NTB menjadi sangat penting dalam rangka mendukung upaya swasembada kedelai nasional. Selama ini kendala pengembangan kedelai di NTB adalah tersedianya benih kedelai unggul bersertifikat. Sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian, Badan Litbang Pertanian melalui BPTP diminta untuk membantu penyediaan benih kedelai bersertifikat kelas FS dan SS.

Tahun 2014 ini BPTP NTB telah mendapatkan benih sumber kelas BS dari Balitkabi sebanyak 1 ton yang pada musim hujan (MH) yang lalu telah ditanam dan menghasilkan benih kelas FS sebanyak 10 ton lebih. Benih kedelai kelas FS tersebut pada musim kemarau I (MK-I) telah ditanam, antara lain di Kabupaten Bima, Dompu, dan Lombok Tengah. Saat ini benih kedelai kelas FS ditangkarkan di penangkar benih kedelai di Desa Punti Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, seluas 15,70 ha.

Pada Kamis (04/07/2014) secara resmi dipanen oleh Bupati Bima, didampingi Kepala BPTP NTB, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bima, para pejabat Kabupaten Bima, Camat, Kepala Desa, PPL, dan anggota kelompoktani di Desa Punti dan sekitarnya.

Dalam sambutannya selesai acara panen, Kepala BPTP NTB Dr. Dwi Praptomo S, menjelaskan bahwa penangkaran kedelai dari kelas FS menjadi kelas SS di kelompoktani SO SARITA Desa Punti yang beranggotakan 47 orang ini menggunakan benih kedelai varietas Burangrang yang berbiji besar, potensi produksi tinggi, dan disukai masyarakat. Dari hasil ubinan yang telah dilakukan, didapatkan produktivitas sebesar 2,5 ton biji kering, ini jauh lebih tinggi dari rata-rata produktivitas kedelai di tingkat petani yang rata-rata 1,2 – 1,5 ton bij kering. Diperkirakan setelah melalui prosessing, benih kelas SS yang dihasilkan di Desa Punti ini mencapai sekitar 15 – 20 ton.

Bupati Bima Drs. H. Syafruddin, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada BPTP NTB yang telah banyak membantu para petani Bima, termasuk dalam pengembangan kedelai. Ini juga sebagai tindak lanjut dari MoU yang telah dilakukan pada bulan Maret yang lalu antara Pemkab Bima dengan BPTP NTB, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, Bank Indonesia, Bank NTB, dan BPN dalam rangka pengembangan klaster kedelai di Kabupaten Bima. Bupati mengharapkan agar teknologi dari BPTP dapat ditularkan ke masyarakat tani secara lebih luas melalui para PPL yang ada di lapangan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian bantuan peralatan dan mesin pertanian oleh Bupati Bima kepada beberapa kelompoktani yang hadir pada acara panen dan temu lapang pengembangan benih kedelai. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan temu wicara antara Bupati Bima dengan masyarakat petani di Desa Punti dan sekitarnya. Hal-hal yang dibahas dalam temu wicara antara lain menyangkut permintaan masyarakat terkait infrastruktur pedesaan, antara lain jalan, jembatan, pompa air, dan jaringan irigasi, karena di daerah ini banyak lahan kering yang tidak bisa ditanami karena keterbatasan air. Petani banyak mengeluhkan bantuan dan subsidi sarana produksi yang selama ini selalu terlambat sampai ke petani, padahal sudah saatnya tanam dan pemupukan. Dalam menjawab berbagai pertanyaan dan usulan, Bupati Bima berjanji akan memperbaiki infrastruktur secara bertahap. Masalah keterlambatan sarana produksi menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bima karena system pengadaan saprodi yang terpusat, jadi yang menentukan Pemerintah Pusat. Namun ke depan diharapkan sistem ini akan diperbaiki sehingga bantuan saprodi bisa tepat waktu.   (Sumber : DPS).

Web Analytics