Berita

Temu Lapang Gelar Teknologi Padi Sistem Jajar Legowo di Lahan UPP Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur

Pin It

Dalam mendukung program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dan tercapainya target surplus beras nasional sebanyak 10 juta ton dan target produksi gabah Provinsi NTB 2,3 juta ton di tahun 2014, BPTP NTB melakukan Gelar Teknologi Padi Sistem Jajar Legowo dengan Varietas Inpari-19 melalui kegiatan “Akselerasi Adopsi Teknologi Hasil Pengkajian BPTP NTB di lahan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan” di 4 tempat, yaitu BPP Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, BPP Kecamatan Sumbawa Kabupaten Sumbawa, BPP Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat, dan UPP (Unit Pertanian dan Penyuluhan) Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur.

Pada Rabu, (02/06/14) BPTP NTB malaksanakan Temu Lapang Gelar Teknologi Padi Sistem Jajar Legowo Dengan Varietas Inpari-19 yang dilaksanakan di UPP Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur, dengan jumlah peserta 65 orang. Hadir dalam acara tersebut Kepala BPTP NTB, Kepala Sekretariat Bakorluh Provinsi NTB, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Lombok Timur, Kepala BP4K Kabupaten Lombok Timur, SKPD terkait Kabupaten Lombok Timur, Camat Sikur, PPL se-Kecamatan Sikur,  Pimpinan PT Dyriz Indonesia Wilayah NTB dan Kelompok tani.

Acara dimulai di lokasi Demplot dengan panen bersama VUB Padi Inpari-19 secara simbolis oleh Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS Kepala Sekretariat Bakorluh Provinsi NTB Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM dan Kepala Dinas/Instansi terkait, Pimpinan PT Dyriz Indonesia Wilayah NTB yang dipandu oleh Tim BPTP NTB  Lalu Wirajaswadi, M.Ed.

Lalu Wirajaswadi, M.Ed mengatakan ada 2 VUB yang ditanam pada lahan UPP Kecamatan Sikur yaitu  Inpari-19 dan Inpari Sidenuk seluas 1 ha, yang ditanam pada tanggal 3 April 2014. “Saat ini kita bisa lihat inpari 19 lebih dahulu panen karena umurnya pendek (104 hari) dan cocok pada lahan kering dan tadah hujan” katanya.

Lalu Wirajaswadi melanjutkan, kegiatan penanaman jajar legowo dilaksanakan oleh 25 orang penyuluh pertanian lapangan (PPL) dengan tujuan agar mereka dapat mempraktekkan langsung teknologi ini, yang bisa mereka terapkan di wilayah binaan masing- masing. Disamping teknologi penanaman, PPL juga melakukan cara pemupukan dengan menggunakan Bagan Warna Daun, sehingga dalam penggunaan pupuk lebih efesien” katanya.

Selesai panen acara dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS menyampaikan bahwa kegiatan Gelar Teknologi Sistem Jajar Legowo merupakan inisiasi BPTP NTB dan berkolaborasi dengan BPP sebagai media percontohan dan diseminasi.

Kepala BPTP NTB selanjutnya mengatakan “peneliti BPTP NTB secara periodik mengawal perkembangan padi di wilayah demplot PTT yang menggunakan sistem jajar legowo, tidak saja jarak taam yang di perhatikan, juga pengeloaan tanaman padi menggunakan pendekatan PTT dengan memperhatikan kondisi lingkungan, dan memperhatikan rekomendasi Katam. “Seharusnya di tiap Balai Penyuluhan Pertanian ada Kelender Tanam (Katam)”. Katanya

Di akhir sambutannya Kepala BPTP NTB mengharapkan agar kegiatan ini harus terus bisa dikembangkan di seluruh BPP yang belum melaksanakannya, dan semoga dapat bermanfaat untuk para penyuluh lapangan.

Sambutan berikutnya disampaikan Kepala Sekretariat Bakorluh Provinsi NTB Ir. Husnanidiaty Nurdin MM, yang dalam sambutannya mengapresiasi  dan mengucapkan terimakasih kepada BPTB NTB yang sudah banyak memberi manfaat kepada petani dari teknologi yang dihasilkannya kususnya adopsi teknologi sistem tanam jajar legowo. Disamping itu kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari “Kesepakatan Sembalun” Keluarga Besar Penyuluh Pertanian, agar target produksi padi secara nasional yang ditargetkan bisa dicapai, dengan menerpakan Sistem Jajar Legowo.

Kepala Sekretariat Bakorluh menghimbau kepada seluruh PPL melalui BP4K agar mendampingi petani untuk  menanam sisitem tanam jajar legowo di sepanjang jalan utama. Disampaikan juga agar PPL bisa menularkan kepada petani, teman-teman penyuluh dilapangan lainnya dan lahan BPP bisa dimanfaatkan sebagai wahana penyuluhan.

Acara selanjutnya temu wicara yang di pimpin oleh Kepala BP4K Kabupaten Lombok Timur Ir. H. Sapirin dan yang menjadi narasumber yaitu  BPTP NTB, Bakorluh NTB, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Timur, PT Dyriz Indonesia Wilayah NTB. Dalam temu wicara kelompok tani dan petani banyak menyampaikan permasalahan terkait teknis budidaya tanaman padi dan kondisi pertanian pada umumnya.  (Sumber : MFM & Farida Sukmawati M).

Web Analytics