Berita

Seminar “Tujuh Langkah Mewariskan Bisnis” di Bank Indonesia Mataram

Pin It

Sebagai upaya dalam meningkatkan dan mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi NTB, Bank Indonesia (BI) Mataram mengadakan seminar yang bertajuk “Tujuh Langkah Mewariskan Bisnis”. Pada kesempatan tersebut hadir perwakilan BI Pusat, Yunita Resmi Sari yang menjabat sebagai Direktur Departemen Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM BI, Kepala Dinas Koperasi UMKM Provinsi NTB, Drs. H. Supran, MM, serta Coach (Pelatih) Wulan dari Organisasi Pelatih Indonesia. Seminar dilaksanakan, Selasa (24/6/2014) bertempat di Aula Serbaguna BI Mataram. BPTP NTB berkesempatan hadir bersama dengan pelaku usaha yang menjadi binaan BPTP NTB yaitu dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang menerima bantuan dana Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP).

Pemaparan pertama disampaikan oleh Yunita Resmi Sari yang berjudul “Peran Bank Indonesia Dalam Mendorong Pengembangan Keuangan Inklusif dan UMKM”. Yunita menyampaikan latar belakang BI dalam mengembangkan UMKM, diantaranya UMKM memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan sektor riil di Indonesia, namun demikian, UMKM memiliki banyak keterbatasan seperti modal yang relatif kecil, kesulitan pemasaran, aset yang terbatas untuk dijadikan collateral, serta kurangnya pengetahuan. Lebih jauh, Yunita menambahkan bahwa terdapat kesenjangan yang besar antara UMKM dan sektor perbankkan, yang mengakibatkan pembiayaan bank terhadap sektor UMKM menjadi terbatas. BI dalam hal ini berperan dalam mendorong perbankkan secara umum untuk menggerakkan UMKM melalui fasilitas pembiayaan yang mudah dan murah. Pemaparan kedua disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi UMKM Provinsi NTB,  Drs. H. Supran, MM. Dalam pemaparannya yang berjudul “Kebijakan Pengembangan Sektor Riil dan UMKM di Provinsi NTB”, Supran menyampaikan kebijakan pemerintah provinsi dalam pemberdayaan sektor riil dan UMKM yaitu pengembangan kewirausahaan dan daya saing Koperasi UMKM yang berkeunggulan dan kompetitif, peningkatan sektor riil dan UMKM di bidang sumberdaya produktif, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif.  Salah satu langkah dalam pengembangan sektor riil dan UMKM, pemerintah berupaya meningkatkan akses UMKM kepada sumberdaya produktif berupa akses permodalan (bank/non bank), akses teknologi dan akses pasar dan pemasaran.

Pemaparan ketiga disampaikan oleh Coach Wulan yang berjudul “Tujuh Langkah Membangun Bisnis Yang Bisa Diwariskan”. Melalui penyampaian yang menarik Coach Wulan memberi motivasi kepada para peserta untuk melakukan langkah-langkah dalam membuat bisnis yang bisa diwariskan, yaitu menetapkan visi misi, mengetahui potensi diri, membuat peta hidup, mengetahui tipe diri melalui tipe uang, membangun komunikasi, keteladanan, proses bisnis dan sistem bisnis. Para peserta sangat bersemangat dalam mengikuti seminar tersebut. Melihat antusiasme peserta yang sangat besar, BI akan menggelar seminar lanjutan bagi peserta yang diseleksi menjadi 40 orang. Dari 40 orang tersebut akan diseleksi lagi menjadi 10 orang yang akan mendapat pendampingan usaha secara gratis dari Tim Pelatih Indonesia dengan dukungan penuh BI Mataram. (Sumber : Mardiana).

Web Analytics