Berita

Keunggulan VUB Padi Inpari-19 Terungkap Dalam Acara Temu Lapang Demplot PTT Padi di Lombok Tengah

Pin It

Pengembangan varietas unggul padi di NTB sangat dinantikan oleh para petani, terbukti dengan semakin banyaknya petani yang menanyakan keberadaan varietas padi inpari. Dengan makin banyaknya jenis padi inpari, membuat petani makin bersemangat untuk mendapatkan informasi langsung tentang inpari. Untuk menindaklanjuti hal itu dan dalam rangka diseminasi Varietas Unggul Baru (VUB) padi, BPTP NTB telah melaksanakan demonstrasi plot (demplot) padi Inpari-19 di Dusun Buncalang, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Temu lapang dan panen VUB padi inpari-19 pada demplot PTT Kelompok Tani “Panutan” tersebut dilakukan pada Kamis (26/6/2014).

Acara diawali dengan panen secara simbolis yang dipandu oleh Tim BPTP NTB dan dilaksanakan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah, Kepala BPTP NTB, Kepala BKP3 Kabupaten Lombok Tengah, dan Kepala BPSBTPH NTB.

Lalu Wirajaswadi selaku penanggungjawab kegiatan pendampingan PTT Padi dan sekaligus penanggungjawab demplot menjelaskan, VUB Inpari-19 merupakan varietas unggulan Badan Litbang Pertanian yang dilepas pada tahun 2011 dan BPTP NTB memulai menguji-adaptasikan pada tahun 2012. Umur tanaman 104 hari, cocok ditanam pada lahan tadah hujan atau lahan kering karena umurnya pendek, potensi hasil 9,5 ton/ha GKG, jumlah gabah permalai 203 butir, tekstur nasinya pulen, tahan terhadap wereng batang coklat dan rentan terhadap hawar daun bakteri. “Alhamdulillah saat ini padinya tidak terserang penyakit dan hasilnya cukup baik “ katanya.

Selanjutnya Wirajaswadi mengatakan “saat ini umur padi yang  dipanen di lahan kelompok tani “Panutan” sekitar 102 hari yang ditanam pada tanggal 3 April 2014 dengan sistem jajar legowo 4 : 1. Dari hasil pengkajian BPTP NTB, menggunakan jarak tanam jajar legowo dapat meningkatkan produktifitas padi sekitar 20%”.

Wirajaswadi mengaharapkan kepada para petani agar dapat mengikuti adopsi teknologi jajar legowo 4 : 1 karena berfungsi memberikan ruang bagi peningkatan suplai CO2 yang menghasilkan tepung pada bulir padi, serta mencoba menanam VUB inpari-19. “jadi jangan ada lagi pandangan mubazir pada lorong yang tidak ditanami”, katanya.

Acara sambutan dalam kegiatan temu lapang disampaikan oleh Kepala BPTP NTB yang diwakili oleh Ir. M Sofyan Souri, dan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah, Ir. Ibrahim.

Ir. Sofyan Souri mengatakan “ BPTP NTB banyak malakukan kegiatan Demplot PTT di beberapa wilayah di NTB Untuk mendukung program peningkatan beras secara nasional (P2BN), dengan harapan teknologi yang diterapkan dapat di contoh oleh petani lain disekitar lahan demplot PTT. Dan saat ini BPTP mencoba inpari-19 di lahan demplot PTT Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok tengah.

Saofyan Souri melanjutkan, “Melihat hasil padi inpari yang dipanen saat ini hasilnya lebih baik dari variatas yang lain, ditanam bibitnya masih muda sekitar umur 18 hari dari persemaian dan menggunakan system tanam jajar legowo 4 : 1.

Diakhir sambutannya Sofyan Souri mengucapkan penghargaan dan terimakasih kepada kelompok tani, PPL, Petugas lapang BPTP NTB (detasir), pemerintah desa, dan dinas pertanian, karena hasil yang dilihat pada saat ini merupakan kerja keras dari semua pihak, dan kedapannya kegiatan demplot ini bisa kita dikembangkan di tiap desa.

Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kabupaten Lombok Tengah Ir. Ibrahim dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada BPTP NTB yang telah melakukan uji coba (demplot) setiap tahun di Kabupaten Lombok Tengah sehingga bisa membantu peningkatan pembangunan pertanian di Kabupaten Lombok Tengah.

Ir. Ibrahim juga mengharapkan agar kelompok tani yang sudah berhasil terutama kelompok tani “Panutan” Desa Sukarara harus menyampaikan kepada kelompok tani lain yang masih belum paham, dan harus didukung penuh oleh PPL dan UPT Pertanian. “Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan, karena kerja keras dan kemandirian petani dalam menerapkan dan mengembangkan teknologi. Kelompok tani ini menginginkan supaya diarahkan bagaimana cara menanam padi yang bagus”, katanya.

Di akhir acara diadakan temu wicara yang dipandu oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakann  Kabupaten Lombok Tengah. Dalam diskusi terlihat antusiasme petani terkait aspek budidaya tanaman padi dan pengendalian serangan hama penyakit yang aman bagi lingkungan. Beberapa petani menanyakan dan mengusulkan beberapa hal, antara lain masalah ketersediaan benih, masalah penyakit dan lainnya. (Sumber : MFM & Farida Sukmawati).

Web Analytics