Berita

Pertemuan PMT Program PUAP Provinsi NTB

Pin It

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan kontrak kerjasama dengan para Penyelia Mitra Tani (PMT) Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) Provinsi NTB, diadakan penandatanganan penerimaan biaya operasional (BOP) dan ATK antara BPTP NTB selaku sekretariat Tim PUAP Provinsi dengan para PMT.  Selesai acara penandatanganan dilakukan pertemuan di Aula Kantor BPTP NTB, Senin (23/06/2014).  Pada kesempatan tersebut hadir seluruh PMT dan tim PUAP BPTP NTB yang dikoordinir oleh Ir. H. Sahram, MM.

Acara pertemuan dibuka oleh Ir. Sahram, MM selaku Penanggung Jawab Program PUAP, yang diawali dengan perkenalan beberapa orang PMT yang baru direkrut untuk mengganti PMT yang tidak lagi diperpanjang masa kontraknya.  Selain agenda penandatangan penerimaan BOP dan ATK, pertemuan PMT tersebut juga dimanfaatkan sebagai media penyampaian laporan perkembangan terakhir Gapoktan PUAP di tiap-tiap Kabupaten/Kota di NTB, berikut penyampaian permasalahan yang dihadapi oleh para PMT di lapangan.

Beberapa permasalahan yang mengemuka antara lain adalah masih adanya tunggakan dari para Gapoktan. Di Kabupaten Sumbawa bahkan penanganannya telah sampai di tingkat yang berwajib. Menanggapi hal tersebut, Sahram menganjurkan penyelesaiaan secara kekeluargaan sangat penting untuk dikedepankan agar hal tersebut tidak terjadi lagi.  Sahram mengingatkan  bahwa pengawasan dan pembinaan dari PMT harus ditingkatkan. Lebih lanjut Sahram menambahkan PMT untuk lebih rapi dalam mengarsipkan dan mendokumentasikan hasil-hasil kerja yang telah dicapai seperti buku tamu dan lain-lain.

Pertemuan tersebut juga diisi dengan pembahasan pembentukan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) oleh para PMT sebagai contoh kongkrit bagi Gapoktan.  Diharapkan dengan adanya LKM-A oleh para PMT ini menjadi inspirasi bagi Gapoktan untuk segera mewujudkan usaha simpan pinjam di Gapoktannya menjadi LKM-A.  LKM-A PMT ini diberi nama Koperasi BMT Agro.  Kepala BPTP NTB, Dr. Ir. Dwi Praptomo S.,MS, yang sempat hadir pada acara penutupan, menyampaikan bahwa perlu efisiensi dalam koordinasi antara PMT dengan BPTP NTB, sehingga fungsi koordinator PMT perlu dioptimalkan kembali. PMT diharapkan bersemangat dalam membina Gapoktan yang berada dalam tanggung jawabnya sehingga Gapoktan juga semangat dalam menjalankan usahanya. Demikian juga dengan pembagian daerah kerja agar diperhatikan domisili antara PMT yang satu dengan yang lain sehingga kinerja PMT semakin efektif. Pada kesempatan tersebut Kepala BPTP juga mengharapkan PMT konsisten mengirimkan laporan setiap bulannya karena terkait dana BOP dan ATK  PMT yang diterima PMT setiap bulan.  Tidak lupa, Kepala Balai juga berpesan agar PMT tetap ikhlas melaksanakan tugas-tugas yang diembannya. Acara diakhiri dengan penandatanganan penerimaan BOP dan ATK oleh para PMT.    (Sumber : Mardiana, Sahram, Syilvia ).

Web Analytics