Berita

Kunjungan Wakil Menteri Pertanian Ke Nusa Tenggara Barat

Pin It

Wakil Menteri Pertanian RI, Dr. Rusman Heriawan, berkunjung ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama dua hari, Jumat-Sabtu (20-21/06/2014). Kunjungan kerja Wamentan ke NTB utamanya adalah untuk meresmikan Sentra Pengemasan Hortikultura di Kota Mataram, namun di sela-sela acara pokok, Wamentan melakukan beberapa rangkaian kunjungan. Acara pertama Jumat (20/06/2014), Wamentan menuju ke Kelompoktani “Panutan” di Dusun Buncalang, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Wamentan didampingi Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP), Emilia Harahap, dan beberapa Direktur lingkup P2HP, diterima Ketua Kelompoktani “Panutan”, H. Saman Budi di hamparan tanaman padi yang menguning, yang didampingi anggota kelompoktani, PPL, Kepala Desa, Camat, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah. Kepala BPTP NTB, Dr. Dwi Praptomo S, MS yang mendampingi Wamentan menjelaskan bahwa di kelompoktani “Panutan” ini telah dilaksanakan Demplot Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) oleh BPTP NTB seluas 3 ha, yang ditanami padi Inpari-19 dengan sistem tanam jajar legowo 4:1. Padi varietas Inpari-19 ini berumur pendek, sekitar 104 hari, provitas relatif tinggi, tekstur nasi pulen, dan tahan terhadap wereng coklat biotipe 1 dan 2, agak tahan terhadap wereng coklat biotipe 3. Umur pendek Inpari-19 ini cocok ditanam di daerah ini karena keterbatasan  air, terutama di MK-I. Ketua kelompoktani “Panutan” menambahkan bahwa penampilan padi Inpari-19 ini sungguh bagus, diperkirakan akan menghasilkan antara 7-8 ton gabah kering panen per ha. Dengan kondisi kesulitan air seperti sekarang, Inpari-19 menjadi solusi, karena petani yang menanam varietas lain kondisi tanamannya masih hijau, masih tahap pengisian biji, sehingga masih banyak membutuhkan air, sementara air sudah makin sulit. Wamentan dalam kesempatan tersebut merasa bahagia karena petani sudah mulai mengikuti anjuran teknologi dari BPTP, dan mengingatkan agar pada waktu panen nanti dapat mengundang anggota kelompoktani lain agar bisa menyaksikan secara langsung hasil demplot ini. Dengan melihat dan mengetahui secara langsung teknologi dalam demplot PTT menggunakan Inpari-19 ini akan mempercepat adopsi teknologi dan tentunya mempercepat diseminasi teknologi pertanian secara lebih luas.

Acara dilanjutkan dengan kunjungan Wamentan beserta rombongan ke industri rumahtangga pengolahan produk pertanian di Desa Suranadi, Kabupaten Lombok Barat. Di sini rombongan menyaksikan industri pengolahan nangka, talas, sirsak, pisang, menjadi dodol, keripik, dan hasil olahan lain. Industri rumahtangga ini juga sudah mempunyai kios penjualan di depan rumah prosessing. Beberapa peralatan prosessing juga sudah ada, yang merupakan bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Wamentan mengharapkan agar kualitas produk olahan terus ditingkatkan, kebersihan dan aspek kesehatan tetap dijaga, serta pengemasan produk yang harus menarik.

Hari kedua kunjungan Wamentan, Sabtu (21/06/2014), adalah rangkaian acara peresmian Sentra Pengemasan Hortikultura di Kelurahan Sayang Sayang, Kota Mataram. Acara ini dihadiri oleh Wamentan, Dirjen P2HP dan rombongan, peserta pertemuan P2HP se Indonesia, Asosiasi Pengusaha Hortikultura (ASPEHORTI), Gubernur NTB yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Kepala SKPD/Instansi lingkup pertanian Provinsi NTB dan Kota Mataram, mitra swasta dan pelaku bisnis lainnya. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, Ir. Husni Fahri, MM, dalam laporannya menjelaskan bahwa acara peresmian Sentra Pengemasan Hortikultura di Kota Mataram ini merupakan yang pertama di NTB dan sebagai momentum meningkatkan nilai tambah produk pertanian, terutama hortikultura. Di NTB, hortikultura sekarang ini akan terus ditingkatkan sehingga dapat setara dengan pembangunan tanaman pangan. Gubernur NTB yang diwakili Sekda Provinsi NTB, H.Muhammad Nur, SH,MH, menyatakan bahwa NTB masih tetap memprioritaskan pembangunan pertanian karena potensinya yang demikian besar, yang perlu terus digali dan ditingkatkan. Kebijakan Pemerintah Daerah sekarang ini akan lebih meningkatkan sisi hilir pertanian, antara lain dengan menggenjot nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan produk-produk pertanian. Wamentan dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan SDM berkualitas di bidang pertanian dalam menghadapi era globalisasi, terutama dalam ASEAN Free Trade 2015 dan Asia-Pacific Free Trade 2020. Indonesia harus dapat mengurangi impor produk hortikultura dan meningkatkan ekspornya. Produk hortikultura yang perishable (cepat rusak), dan bersifat musiman, harus disiasati, antara lain dengan sistem resi gudang, penyiapan cold storage, dan pengolahan hasil. Kaitan dengan pemasaran, perlu dibina jaringan pasar yang lebih kuat dan kemitraan yang juga lebih adil dan transparan. Acara juga dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus ASPEHORTI tingkat provinsi di beberapa daerah di Indonesia, penandatanganan MoU antara  ASPEHORTI dengan PT Rumah Pikat dan My Outlet, serta penandatanganan MoU antara ASPEHORTI dengan AA Packaging, serta penandatangan prasasti peresmian Sentra Pengemasan Hortikultura oleh Wamentan. Acara diakhiri dengan kunjungan keliling Wamentan dan rombongan di Sentra Pengemasan Hortikultura di Sayang Sayang, Kota Mataram. (DPS).

Web Analytics