Berita

Study Banding Menambah Pengetahuan Penyuluh Pertanian

Pin It

Inovasi teknologi di bidang pertanian saat ini berkembang pesat, mulai dari perbenihan, teknologi budidaya bahkan sampai pada pascapanen. Maka dari itu tuntutan untuk menambah serta mengembangkan pengetahuan dan keterampilan para penyuluh pertanian sangatlah penting, sebagai bekal mereka saat membimbing dan mengajar para petani. Berkenaan dengan hal tersebut, BPTP NTB melaksanakan kegiatan study banding untuk para Penyuluh Pertanian Kecamatan Lembar di lokasi Demplot PTT di Dusun Buncalang Desa Sukarare Kecamatan Jonggat Lombok Tengah dan di Lahan Unit Pertanian dan Penyuluhan Kecamatan Sikur Lombok Timur, Kamis (12/06/2014).

Tim BPTP NTB  dipimpin Ir. Kaharudin mengatakan “ kegiatan study banding ini merupakan bagian dari gelar teknologi jajar legowo oleh BPTP NTB dengan tujuan agar Penyuluh Pertanian Kecamatan Lembar dapat meningkatkan pengetahuan dan dapat mempraktekkannya kepada petani binaan, dengan melihat tanaman padi inpari 19 di lokasi demplot PTT dan lahan BPP Kecamatan Sikur”. Kaharudin selanjutnya mengatakan “ disamping itu PPL dapat membandingkan varietas padi inpari 30 (Ciherang top one) yang mereka tanam di lahan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Lembar”.

Rombongan study banding Penyuluh pertanian Kecamatan Lembar diterima oleh pengurus Kelompok Tani “Panutan” Dusun Buncalang Sukarare Kecamatan Jonggat Lombok Tengah di lahan Demplot PTT. Dalam sambutannya ketua kelompoktani Panutan H. Saman Budi mengucapkan terimakasih atas kunjungan PPL lembar dan kegiatan ini sangatlah bermanfaat disamping silaturahmi  juga bisa sharing informasi.

Saman Budi menjelaskan “Tanaman padi yang ditanam di lokasi Demplot PTT adalah varietas Inpari 19 yang di tanam pada tanggal 3 April 2014 dengan menggunakan teknologi jajar legowo 4 : 1, pada saat ini umurnya kurang lebih 75 hari. Saman Budi mengatakan “Lahan di Dusun Buncarang dilalui saluran irigasi teknis di daerah hilir yang rentan kekurangan air dan ancaman puso. Atas saran dan bimbingan dari tim BPTP NTB, kami mencoba varietas inpari 19 yang berumur pendek yang cocok ditanam di daerah seperti ini dan terbukti hasilnya baik”.

Menurut salah seoarang PPL Lembar, Saup, SP, kondisi fisik varietas inpari 19  sangatlah baik, kemungkinan akan di contoh dan sebagai informasi kepada petani binaan.

Acara berlanjut di Unit Pertanian Penyuluhunan (UPP) Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur, dan disambut oleh Kepala UPP, Syafii, SP. Kegiatan dilakukan dengan mengamati kondisi fisik tanaman padi inpari 19 di lahan UPP dan melakukan diskusi di dalam ruang pertemuan UPP. Pemateri dalam diskusi tersebut disampaikan oleh Lalu Wirajaswadi tim dari BPTP NTB.

Lalu Wirajaswadi mengatakan “diskripsi varietas inpari 19 adalah 104 hari  panen tapi dalam kenyataannya pada usia 96 hari banyak petani yang sudah panen. BPTP banyak mendiseminasikan Varietas dengan umur pendek untuk mengantisipasi kekeringan”. Menurut Lalu Wirajaswadi “Inpari 19 kelihatan sedikit anakan sekitar 15 anakan tapi menghasilkan gabah yang banyak  sekitar 200 butir”

Pada akhir pertemuan kegiatan Ir. Kaharudin mengharapkan kepada peserta study banding agar pengetahuan yang diterima sekarang dapat di implementasikan di daerah binaannya masing-masing. (Sumber : MFM)

Web Analytics