Berita

Kerja Sama PT Petrokimia Gresik Dengan BPTP NTB Dalam Pengujian Efektivitas Pupuk

Pin It

Keberhasilan produksi pertanian tidak terlepas dari kontribusi peranan sarana pertanian, antara lain pupuk. Pentingnya peranan pupuk dalam upaya peningkatan produktivitas dan mutu hasil komoditas pertanian, menjadikan pupuk sebagai sarana produksi pertanian yang strategis bidang pertanian. Untuk itu penyediaan pupuk ditingkat petani diupayakan dapat memenuhi azas 6 (enam) Tepat, yaitu : Waktu, Jumlah, Jenis, Tempat, Mutu dan Harga, sehingga petani dapat menggunakan pupuk sesuai dengan teknologi pemupukan secara rasional dan berimbang.

PT Petrokimia Gresik  merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang berkomitmen untuk menghasilkan  pupuk  bermutu untuk menjamin mutu dan efektivitas pupuk yang dihasilkan, telah dilaksanakan kerjasama dengan BPTP NTB dalam  Pengujian Efektivitas Pupuk NPK Phonska Plus Zn pada tanaman padi di lahan sawah irigasi teknis di Desa Batu Kumbung, Kec Lingsar Lombok Barat.

Kegiatan pengujian dilaksanakan  sebanyak dua unit yaitu unit A untuk pengujian NPK Phonska yang diperkaya unsur mikro Zn 0,1% dan Unit B untuk pengujian NPK Phonska yang diperkaya unsur mikro Zn 0,2% yang didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RCBD), terdiri atas 5 (lima) perlakuan yang dilaksanakan dalam  petak plot  dengan berukuran 8 x 6 m dan diulang  5 (lima) kali dengan varietas padi Ciherang sebagai indikator. Rancangan perlakuan disusun  dalam table  berikut :

Tabel. Rancangan perlakuan uji efektivitas pupuk NPK Phonska Plus Zn 0,1% (A) dan 0,2% (B).

Perlakuan*)

Urea

Phonska**)

Petroganik

----------------------------kg/ha------------------------------

A.1 dan B.1

-

-

-

A.2 dan B.2

200

300

500

A.3 dan B.3

200

150 +  Zn

500

A.4 dan B.4

200

300 + Zn

500

A.5 dan B.5

200

450 + Zn

500

Pada tanggal 28 Mei 2014 dilakukan panen hasil kerjasama tersebut dan hadir dalam acara panen ini Manajer Daerah Pemasaran Wilayah NTB dan Staf Bidang Penelitian dari PT Petrokimia Gesik dan memberikan apresiasi atas keberhasilan kerja sama ini serta berencana untuk mengadakan kerjasama lagi dengan BPTP NTB pada skala yang lebih luas dalam bentuk Demplot Area.

Hasil pengamatan panen secara visual disetiap unit pengujian menunjukan gradasi pertumbuhan vegetatif maupun generatif yang nyata perbedaannya antar perlakuan karena pengaruh dosis pupuk antar perlakuan. Adapun hasil ubinan gabah kering panen  dari perlakuan dosis optimum mencapai 6,6 ton/ha untuk perlakuan A.4 pada unit A dan 7,1 ton/ha untuk perlakuan B.4 pada unit B. Hasil ini lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan rekomendasi setempat yaitu 6,1 ton/ha untuk perlakuan A.2 pada unit A dan 6,6 ton/ha untuk perlakuan B.2 pada unit B.

Hal ini diduga karena pengaruh penambahan unsur mikro Zn pada pupuk NPK yang diuji sesuai data IRRI bahwa kebutuhan unsur mikro Zn sebesar 0,05 kg/ha per ton hasil gabah, atau sekitar 0,35 kg/ha pada tingkat produktivitas gabah sebesar 7 ton GKP/ha.

Pelaksanakan kerjasama pengujian pupuk semacam ini selain memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dalam pengembangan teknologi pemupukan berimbang, juga memberikan  informasi tentang mutu dan efektifitas pupuk agar petani terlindungi dan terhindar dari kerugian akibat penggunaan pupuk alternatif yang tidak jelas mutu dan efektivitasnya, karena penggunaan pupuk yang tidak jelas mutu dan efektivitasnya jelas akan merugikan petani. Selain itu, informasi tentang mutu dan efektivitas pupuk dapat dipergunakan sebagai bahan kebijakan deregulasi pupuk oleh pemerintah daerah dan pusat untuk mendukung pencapaian Program Peningkatan Beras Nasional. (Sudjudi).

Web Analytics