Berita

BPTP NTB Menjadi Narasumber Pertemuan Dan Koordinasi Pengembagan Kawasan Sayuran Di Nusa Tenggara Barat

Pin It

Bertempat di Hotel Pratama (5-7/5/2014) dilaksanakan kegiatan pertemuan dan koordinasi serta sosialisasi pengembangan kawasan sayuran. Kegiatan ini dihadiri oleh 25 peserta yang terdiri dari pelaku usaha agribisnis tanaman sayuran terutama  cabe dan bawang merah serta dihadiri pula oleh satker pada lingkup Dinas Pertanian pada wilayah kabupaten/kota.

Pada kegiatan ini BPTP NTB mengambil bagian sebagai narasumber tentang teknologi produksi cabe dan bawang merah dalam mendukung penerapan Good Agricultural Practice (GAP) tanaman sayuran. Dalam materi yang disampaikan bahwa kunci pokok keberhasilan penerapan GAP tanaman sayuran adalah bagaimana setiap anggota memiliki komitmen bersama untuk berusaha tani, menerapkan SOP yang sesuai serta beberapa komponen yang lainya.

Narasumber dari BPTP NTB Nani Herawati, SP menyampaikan teknologi produksi cabe dan bawang merah, serta beberapa dukungan teknologi yang telah di coba oleh pengkaji di BPTP sebagai bahan dalam mendukung penerapan GAP diantaranya : teknologi memilih benih unggul yang berkualitas, perbaikan teknologi bercocok tanam dalam hal ini aspek budidaya, serta mengurangi hasil susut pada saat panen serta bagaimana mengupayakan pemasaran yang sesuai bagi pengembangan tanaman buah dan sayuran. Selain itu juga disampaikan beberapa teknologi tentang bagaimana mengusahakan tanaman cabe secara off seasons, menanam varietas cabe yang tahan akan genangan/banjir, mengusahakan teknologi melindungi tanaman cabe dari serangan hama dan penyakit misalnya dengan menggunakan Yellow thirps, Blue thrips, dan metal eugenol serta menggunakan pestisida yang nabati serta alami yang ramah lingkungan. Untuk teknologi bawang merah disampaikan beberapa varietas unggul baru yang pernah diujikan di Kabupaten Bima ada sekitar 8 Varietas serta menyampaikan tentang potensi hasil yang di dapat dari penggunaan varietas unggul bar, serta menyampaikan teknologi yang pernah di kaji yaitu penggunaan dosis pupuk NPK Phonska sesuai dengan persyaratan untuk menghasilkan daya simpan dan daya tahan bagi produk bawang merah sampai umur 7 bulan yang selama ini bawang merah hanya dapat di simpan sampai umur 3 bulan saja. Respon peserta dalam disikusi tentang ini beragam dan sangat antusias.

Dalam sesi diskusi peserta pelatihan menyampaikan tentang sulitnya memperoleh benih sayuran karena harga benih sayuran yang meningkat dan keterbatasan ketersediaan di lapangan. Untuk menghadapi kondisi ini diharapakan kepada para pelaku usaha agribisnis sayuran dapat melakukan perbenihan tanaman sayuran secara mandiri baik dalam skala yang sempit maupun dalam skala yang luas. Para peserta dalam diskusi juga menyampaikan keinginan mereka untuk menjadikan lahan mereka sebagai demplot usaha pengembangan tanaman sayuran khususnya benih yang berasal dari BPTP.

Pada bagian akhir kegiatan BPTP menyampaikan bingkisan kepada para petani pelaku usaha dan dinas berupa bahan bacaan sebagai bahan informasi pertanian. Dengan kegiatan seperti ini dapat menjalin kebersamaan pihak BPTP dengan stake holder yang ada.  (Sumber : Nani Herawati)

Web Analytics