Berita

Antusias Penyuluh Pertanian Kecamatan Lembar Dalam Gelar Teknologi Sistem Tanam Padi Jajar Legowo oleh BPTP NTB

Pin It

Padi merupakan sumber pangan utama penduduk NTB, yang sebagian besar dibudidayakan sebagai padi sawah. Kegiatan dalam bercocok tanam padi secara umum meliputi pembibitan, persiapan lahan, pemindahan bibit atau tanam, pemupukan, pemeliharaan (pengairan, penyiangan, pengendalian hama dan penyakit). Dalam hal penanaman padi diperkenalkan teknologi sistem tanam Jajar Legowo. Pengenalan dan penggunaan sistem tanam tersebut disamping untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang optimal juga ditujukan untuk meningkatkan produktifitas dan pendapatan petani.

Sistem tanam jajar legowo merupakan cara tanam padi sawah dengan pola beberapa barisan tanaman yang kemudian diselingi satu barisan kosong. Di setiap baris pinggir dari baris kosong (lorong) disiapkan tanaman padi disela-sela tanaman yang sudah ada. Pola tanam ini dilakukan untuk memberikan hasil yang lebih tinggi akibat dari peningkatan populasi dan optimalisasi ruang tumbuh bagi tanaman. Sistem tanam jajar legowo pada arah barisan tanaman terluar memberikan ruang tumbuh yang lebih longgar sekaligus populasi yang lebih tinggi. Dengan sistem tanam ini, mampu memberikan sirkulasi udara dan pemanfaatan sinar matahari lebih optimal untuk pertanaman. Selain itu, upaya penanggulangan gulma dan pemupukan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

BPTP NTB pada Jum`at (2/5/2014), melaksanakan gelar teknologi penanaman padi dengan sistem tanam jajar legowo di lahan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat dengan luas lahan sawah sekitar 0,40 hektar. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh penyuluh pertanian Kecamatan Lembar untuk melakukan penanaman, dengan antusias mereka melakukan penanaman bersama di lahan sawah tersebut.

Menurut tim dari BPTP NTB Ir. Kaharudin, gelar teknologi ini bertujuan untuk mendesiminasikan dan memperkenalkan sistem tanam Jajar Legowo kepada petani melalui penyuluh pertanian di daerah-daerah yang masih belum melaksanakannya dan diharapkan para penyuluh nantinya dapat mensosialisasikan kepada petani binaannya di masing-masing desa.

Selanjutnya Kaharudin mengatakan “penanaman jajar legowo ini dengan sistem tanam 4 : 1 dengan  jarak 10 : 20 : 40 cm,  usia padi yang ditanam berumur 18 hari setelah pembibitan, dan varietas padi yang di tanam yaitu Ciherang”.

Di akhir penanaman Kepala Balai Penyuluhan Kecamatan Lembar Lalu Fajar SP, mengungkapkan, “bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para penyuluh pertanian sebagai proses pembelajaran bagi mereka, untuk diterapkan di masing-masing desa binaannya di Kecamatan Lembar, karena petani di daerah ini masih belum menerapkan sistem tanam jajar legowo. Dan harapan Lalu Fajar” semoga tahun depan sistem tanam jajar legowo dapat diterapkan di masing-masing desa di Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat”.  (Sumber : MFM dan Farida Sukmawati)

Web Analytics