Berita

Workshop Dampak Perubahan Iklim Terhadap Penghidupan Masyarakat Di Provinsi NTB

Pin It

Mayoritas keluarga perdesaan di NTB saat ini masih mengandalkan pertanian skala kecil dengan sistem irigasi menggunakan air hujan. Perubahan iklim dan cuaca ekstrim diperkirakan memiliki efek negatif terhadap kehidupan masyarakat NTB, membuat mereka lebih rentan dan semakin beresiko mengalami kerawanan pangan.

Bersama dengan pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, The United Nations World Food Programme (WFP) dan Universitas Mataram, merancang dan menyesuaikan programnya sesuai dengan kebutuhan lokal, membantu masyarakat untuk menikmati manfaat positif dalam upaya mempertahankan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim dan meningkatkan ketahanan pangan. Untuk mendukung kegiatan tersebut dilksanakan kegitan Workshop dengan tema, “Dampak Perubahan Iklim terhadap Penghidupan Masyarakat di Propinsi NTB di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara”. Acara Workshop terselenggara atas kerjasama Universitas Mataram, CSIRO, WFP, dan Pemda Lombok Utara, dan acara dilaksanakan selama 2 hari (30 April -1 Mei 2014).

Acara pembukaan workshop dilaksanakan di Aula Bupati Lombok Utara, Rabu (30/05/2014). Acara diawali dengan laporan ketua panitia penyelenggara  yaitu Prof. Ir. H. Yusuf Ahyar Sutaryono, Ph.D. Dekan Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Dalam laporannya H. Yusuf, mengatakan “tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendiskusikan dengan segenap masyarakat NTB umumnya dan khususnya Masyarakat Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, untuk membicarakan tentang kondisi masyarakat yang terkena dampak perubahan iklim dan bagaimana cara masyarakat tersebut beradaptasi dengan perubahan iklim.

H Yusuf, juga mengatakan “potensi Kecamatan Bayan paling rentan terhadap perubahan iklim sehingga perlu dilakukan startegi dan kajian agar masyarakat bisa beradaptasi dengan kilim yag terjadi”, dan pada akhir laporannya H. Yusuf mengharapkan partisipasi peserta dari perwakilan instansi pemerintah Provinsi NTB,  BPTP NTB, SKPD terkait di Lombok Utara, masyarakat pemerhati lingkungan, kepala-kepala Desa di Kecamatan Bayan Lombok Utara, tokoh-tokoh masyarakat, petani, nelayan, para tenaga ahli dan peneliti Universitas Mataram agar dapat memberikan masukan, input-input dan kontribusi dalam merencanakan skenario agar masyarakat bisa beradaptasi dengan perubahan iklim, dalam hal ini masyarakat dapat terhindar dari kerawanan pangan.

Acara workshop dibuka secara resmi oleh Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH. Bupati dalam sambutannya sangat mengapresiasi  pelaksaaan workshop ini, dan mengatakan, “kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap dampak perubahan iklim, terutama untuk masyarakat Kabupaten Lombok Utara, sehingga hasil dari kegiatan ini menjadi masukan bagi pemerintah yang akan dijadikan acuan dalam menentukan kebijakan pemerintah daerah”. Pada akhir sambutannya Bupati berterimakasih kepada penyelenggra workshop yang telah berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan ini, sehingga masyarakat dapat terdorong untuk mengantisipasi terjadinya perubahan iklim global. Selanjutnya Bupati menghimbau kepada para tokoh masyarakat dan para kepala desa yang hadir, agar mensosialisasikan kepada masyarakat atau daerah-daerah lain yang terkena dampak perubahan iklim sehingga mereka paham terhadap keadaan ini. (Sumber : MFM dan Farida Sukmawati).

Web Analytics