Berita

Sosialisasi dan Evaluasi Dalam Upaya Mendukung Swasembada Kedelai Tahun 2014 di NTB

Pin It

Kementerian pertanian mengeluarkan kebijakan swasembada komoditi utama secara nesional salah satunya adalah komoditi kedelai. Kebijakan yang disusun antara lain adalah peningkatan produktifitas kedelai dan peningkatan luas areal panen kedelai.

Peningkatan produktifitas kedelai ditargetkan meningkat secara bertahap hingga mencapai 15,50 ku/ha, dan luas areal panen meningkat hingga 1,742 juta ha, sehingga produksi pada tahun 2014 mencapai 2,7 juta ton. Untuk melaksanakan hal tersebut perlu mempercepat adopsi teknologi, persediaan benih yang bermutu tinggi, serta mendorong industri benih kedelai yang berdaya saing.

Untuk mendukung kegiatan swasembada kedelai tahun 2014 BPTP NTB melaksanakan kegiatan sosialisasi dan evaluasi tentang perbenihan kedelai, Selasa (29/04/2014) di ruang utama BPTP NTB. Hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Dr. Marwoto peneliti dari BALITKABI Kementerian Pertanian dan Amir hamzah dari PT Bina Guna Kimia FMC, sekaligus sebagai pemateri dalam acara tersebut.

Dalam sambutanya kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S, MS mengatakan “bahwa NTB merupakan sentral utama pengembangan komoditi kedelai urutan ke 3 atau urutan ke 4 secara nasional, sehingga banyak permintaan benih kedelai dari luar NTB, terutama dari Sulewesi dan Sumatera.

Kepala BPTP NTB melanjutkan “Menghadapi hal ini, sudah menjadi kewajiban kita untuk menyusun strategi yang lebih baik, terutama dengan penangkar dan mitra lain dalam mendukung persedian perbenihan kedelai”. Disamping itu BPTP NTB selalu mendukung program dari pusat, Dinas Pertanian Provinsi NTB, dan kabupaten/kota serta stake holder, dalam hal pengembangan perbenihan kedelai, saluran distribusi dan pemasaran, sehingga NTB menjadi penyedia benih kedelai yang menjadi andalan secara nasional dalam mendukung program swasembada.

Peserta yang hadir dalam acara tersebut berasal dari personil UPBS BPTP NTB, anggota Kelji budidaya pertanian BPTP NTB, Dinas Pertanian Propinsi NTB, UPTD BBI NTB, BPSBTPH NTB, Dinas Pertanian se Pulau Lombok dan para penangkar benih kedelai. Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Marwoto yang memaparkan tentang teknologi produksi benih sumber yang bermutu tinggi secara teknis, materi kedua oleh Amir Hamzah menjelaskan  kerjasama dengan BPTP NTB dalam menggunakan teknologi pemupukan Boom Flower (PF) pada kegiatan LL, SL-PTT kedelai di wilayah NTB mulai tahun 2011, dan pemateri ketiga dari BPTP NTB Ir. H. Noor Inggah menjelaskan tentang hasil kajian dilokasi Pendampingan SL-PTT kedelai di NTB. Acara dilanjutkan dengan diskusi, antara para peserta pertemuan dengan pembawa materi. Pada akhir acara Kepala BPTP NTB mengharapkan  ada sebuah koordinasi secara serius dan musyawarah bersama pemerintah Provinsi NTB untuk menetapkan kebutuhan kedelai di NTB.  (Sumber : MFM)

Web Analytics