Berita

Pembinaan Penerima Dana PUAP Di Gapoktan Karya Bersama

Pin It

Upaya pemberdayaan petani melalui berbagai pendekatan, pada intinya berupaya meningkatkan kemampuan petani dalam pemanfaatan lahannya dan juga akses mereka terhadap berbagai fasilitas yang disediakan pemerintah termasuk fasilitas bantuan permodalan. Fasilitas permodalan tersebut diharapkan dapat menjangkau jumlah petani yang semakin banyak, dan salah satu pendekatan adalah dengan menggulirkan bantuan tersebut di antara sesama petani. Melalui pendekatan ini diharapkan bantuan yang ada dapat digulirkan kepada sesama petani lainnya yang belum/tidak mendapatkan bantuan. Persoalan pokoknya selama ini yang menyebabkan pendekatan ini belum berkembang adalah pengelolaan bantuan modal tersebut belum dilakukan secara khusus dan profesional, sehingga banyak dari bantuan tersebut dimanfaatkan kearah yang lebih produktif.

Salah satu harapan bagi terselenggaranya pengelolaan bantuan modal ini pada upaya yang lebih produktif adalah melalui kelompok tani atau Gabungan kelompok tani (Gapoktan) diharapkan dapat menjadi media bagi berkembangnya skim perkreditan di wilayah perdesaan. Salah satu indikator keberhasilan Program Usaha Agribisins Pedesaan (PUAP)  ditentukan oleh kinerja Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) penerima dana PUAP sebagai kelembagaan tani pelaksana PUAP. Gapoktan diharapkan dapat mengelola dana PUAP melalui unit usaha simpan pinjam atau Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA). Untuk menunjang terlaksananya unit simpan pinjam yang mengarah ke LKMA maka diperlukan adanya pembinaan Gapoktan.

Dalam rangka pembinaan Gapoktan penerima dana PUAP maka diadakan pertemuan di Gapoktan “Karya Bersama”, Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (15/4/2014). Pertemuan dilaksanakan sebagai wujud pembinaan untuk menyatukan presepsi dan menyalurkan aspirasi antar kelompok tani anggota Gapoktan sehingga dapat memajukan Gapoktan bersama-sama disamping menjalin silaturahmi antar anggota. Kegiatan dihadiri oleh Tim Pembina PUAP Provinsi dari BPTP NTB, Koordinator PPL Kecamatan Lingsar beserta PPL Desa Batu Kumbung, PMT Kabupaten Lombok Barat, pengurus kelompok tani yang tergabung sebagai anggota Gapoktan serta pengurus Gapoktan Karya Bersama.

Dalam pembinaan yang disampaikan oleh H. Sahram sebagai Tim Pemina PUAP BPTP NTB dijelaskan bahwa dana PUAP merupakan dana yang harus dikelola dengan baik, bukan merupakan dana yang langsung habis pakai. Melihat bahwa dana PUAP ini seringkali dianggap sebagai dana hibah yang dibagi-bagikan tanpa upaya untuk mengembalikan maka perlunya mengubah persepsi masyarakat sehingga secara bertanggungjawab dapat mengembalikan dana tersebut tepat waktu.

Gapoktan Karya Bersama memperoleh dana PUAP sejak tahun 2009 dengan realisasi pencairan sebanyak 2 kali. Dari 14 kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Karya Bersama, baru 7 Kelompok Tani yang aktif menggunakan dana PUAP ini. Adapun dalam perjalanannya hingga saat ini, kendala yang dirasakan oleh pengurus Gapoktan yakni adanya beberapa pengguna dana PUAP yang belum mengembalikan dana tersebut ke dalam kas Gapoktan sehingga menimbulkan kecemburuan antar anggota lain yang berpengaruh kepada semangat kelompok tani lain untuk mengembalikan pinjaman. Keadaan ini kemudian mendorong anggota mengemukakan harapannya agar unit simpan pinjam ini segera berbadan hukum sehingga ada ketegasan dalam pelaksanaan simpan pinjamnya. Disamping itu, anggota Gapoktan menilai kegiatan ini nantinya akan membantu petani dalam memperoleh saprodi. Selain membentuk badan hukum, Gapoktan Karya Bersama sepakat untuk mengadakan arisan setiap bulannya dalam rangka menjalin silaturrahmi yang lebih erat antar sesama anggota Gapoktan serta penyuluh. Pertemuan ini sangat bermanfaat melihat banyaknya aspirasi anggota yang tercetus serta menjadi ajang saling tukar pikiran antara anggota Gapoktan dengan Tim PUAP di kabupaten dan provinsi. Diharapkan pembinaan ini dapat menambah ilmu anggota serta memberikan manfaat bagi Gapoktan ke depan.  (Sumber : Sylvia K. Utami & H. Sahram ).

Web Analytics