Berita

Seminar Hasil Pengkajian BPTP NTB di BP4K Kabupaten Sumbawa

Pin It

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat (BPTP NTB) telah banyak menghasilkan teknologi yang telah di uji di tingkat petani. Hasil pengkajian tersebut merupakan salah satu bahan materi bagi para penyuluh di lapangan dalam rangka meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Dalam rangka itu, BPTP NTB bekerjasama dengan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Sumbawa telah mengadakan seminar sehari tentang hasil kajian teknologi pertanian BTPT NTB, Senin (14/4/2014) yang bertempat di Aula BP4K Kabupaten Sumbawa. Seminar tersebut dihadiri oleh sekitar 150 peserta yang berasal dari seluruh BPP dan KCD Kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Pada acara tersebut, Kepala BP4K Tarunawan, S.Sos., SP., membuka dan sekaligus mengarahkan peserta akan pentingnya acara tersebut dan menekankan bahwa tanpa informasi teknologi pertanian, tidak mungkin para penyuluh dapat memberikan materi penyuluhan  pertanian kepada petani. Disamping itu, beberapa petani sudah pintar mencari informasi teknologi pertanian baik melalui internet maupun komunikasi dengan HP. Sehingga kalau para penyuluh tidak mengupdate dirinya dengan informasi teknologi, maka mereka akan ketinggalan informasi dan tidak mustahil petani lebih banyak mendapatkan infromasi dari pada para penyuluh. Setelah pembukaan, materi yang disampaikan pada intinya ada 2 yaitu system penggemukan sapi berbasis lamtoro yang disampaikan oleh Dr. Ir. Tanda Panjaitan, MSc. dan teknologi budidaya padi jajar legowo yang disampikan oleh Lalu Wirajaswadi, MEd. Namun disampaikan juga tambahan 2 materi lain yaitu teknologi pengelolaan pertanian lahan kering yang disampaikan oleh Dr. Ahmad Suriadi, SP., MAgr.Sc dan teknologi budidaya ayam KUB oleh Ir. Achmad Muzani. Pada kesempatan itu, peserta juga melaksanakan kunjungan lapangan ke lokasi system penggemukan sapi berbasis lamtoro yang berada di Kecamatan Rhee yang berjarak sekitar 20 km dari kota Sumbawa Besar. Secara umum peserta sangat tertarik dengan system penggemukan tersebut dan mereka baru melihat bahwa sapi Bali bisa mencapai berat di atas 400 kg.  (Sumber : AS)

Web Analytics