Berita

Workshop/Sosialisasi Kalender Tanam Terpadu (KATAM) MT II 2014 Kota Bima dan Kabupaten Bima

Pin It

Perubahan iklim sangat berdampak pada sektor pertanian terutama sub sektor tanaman pangan. Hal ini dapat dilihat dari semakin sering terjadi ancaman bencana banjir, kekeringan dan serangan OPT sehingga menyebabkan menurunnya kualitas dan kuantitas produksi. Kementrian Pertanian melalui Badan litbang pertanian telah melakukan upaya adaptasi teknologi yang toleran terhadap perubahan iklim. Salah satu upayanya adalah dengan adanya model Kalender Tanam (KATAM) terpadu.

KATAM memuat informasi awal tanam yang disesuaikan dengan prediksi iklim, potensi serangan OPT, rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk dan rekomendasi varietas yang sesuai dengan kondisi iklim.  Pemahaman Penyuluh, SKPD terkait dan petani perlu ditingkatkan sehingga Workshop/sosialisasi KATAM perlu dilakukan.

Workshop/sosialisasi Kalender Tanam terpadu MT II 2014 telah dilaksanakan Jum’at (11/4/2014) di Kota Bima yang bertempat di Aula BKP2 Kota Bima. Acara dibuka oleh Kepala BKP2 Kota Bima, dengan  jumlah peserta 30 orang dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima, BKP2 Kota Bima, BPP dan UPT pertanian disetiap kecamatan.

Sedangkan untuk Kabupaten Bima dilaksanakan, Sabtu (12/4/2014) bertempat di Aula BP4K Kabupaten Bima, dengan jumlah peserta 40 orang dari Dinas Pertanian Kabupaten Bima, BP4K Kabupaten Bima dan koordinator penyuluh di setiap kecamatan. Acara di buka oleh Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS dan di lanjutkan dengan sambutan dari Kepala BP4K Kabupaten Bima. Dalam sambutannya Kepala BP4K Kabupaten Bima menyampaikan semoga KATAM ini bisa menjadi panduan penyuluh di lapangan dan membantu petani terutama dalam penentuan Pola tanam di MT II.

Sama seperti di Kabupaten/kota sebelumnya kegiatan diawali dengan penyerahan KATAM secara simbolis dari BPTP NTB Kepada Kepala BKP2 Kota Bima dan Kepala BP4K Kabupaten Bima.

Untuk penyempurnaan Kalender tanam berikutnya, akhir kegiatan dilakukan pemuktahiran data dan informasi. Data dan informasi meliputi : Data luas baku sawah, Informasi bencana (OPT/Banjir/Kekeringan), data realisasi tanam, sasaran tanam dan data ketersediaan alat mesin pertanian.  (Sumber : Yanti Triguna).

Web Analytics