Berita

Koordinasi Penyelenggaraan Penyuluhan di Kabupaten Lombok Timur

Pin It

Dalam rangka meningkatkan sinkronisasi penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan serta mensukseskan Program P2BN di Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya di Pulau Lombok, telah diadakan rapat Koordinasi Penyelenggaraan Penyuluhan di Kabupaten Lombok Timur pada Sabtu (29/3/2014). Sekretaris BP4K Kabupaten Lombok Timur, menjelaskan bahwa Kabupaten Lombok Timur terdiri dari 10 UPTD Perkebunan dan 20 UPTD Dinas Peternakan serta 20 UPTD Pertanian / BP3K yang kesemuanya berada di Kecamatan yang saat ini diganti namanya dengan UPP (Unit Pertanian dan Penyuluhan).  Lembaga ini diharapkan menjadi Lembaga Rumpun Hijau di Kabupaten Lombok Timur dan diharapkan menjadi UPP model dengan mewujudkan system penyuluhan berkwalitas, yang saat ini jumlah penyuluh 193 PNS dan 85 THL dan penyuluh swadaya 45 orang, penyluluh kehutanan 53 orang dan penyuluh perikanan 58 orang sehingga jumlah tenaga penyuluh seluruhnya sebanyak 440 orang.

Kebijakan Penyelenggaraan Penyuluhan di Provinsi Nusa Tenggara Barat  yang di sampaikan oleh Kepala Bakorluh  Ir. Hunanidiaty Nurdin, MM, antara lain berisi dukungan penyuluhan pada Program Utama Dinas/Badan yang di sajikan dalam alur Penyampaian Informasi dan Program Dinas/Badan ke penyuluhan dan sasaran program petani/pelaku utama. Peningkatan kualitas Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian dapat dilakukan melalui Peningkatan Kapasitas Kelembagaan : Pengembangan kelembagaan pelaku utama, Peningkatan jumlah dan kompetensi penyuluh, Peningkatan sarana – prasarana dan pembiayaan serta Pengembangan programa, Metode dan materi penyuluhan pertanian. Peningkatan kualitas penyelenggaraan penyuluhan dapat terwujud apabila didukung oleh Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta adanya Sinergitas dan Harmonisasi antara Kelembagaan Teknis , Litbang dan Penyuluhan Pertanian.  Kepala BPTP NTB, Dr. Ir. Dwi Praptomo S, MS, sebagai anggota tim dalam koordinasi penyelengaraan  penyuluhan menyampaikan materi tentang pentingnya jajar legowo dan pupuk berimbang dalam pengelolaan tanaman  terutama padi. Kalender Tanam (KATAM) harus sudah ada di UPP dan menjadi materi penyuluhan di lapangan.

Dalam upaya  mewujudkan tujuan pembangunan pertanian berkelanjutan salah satu target utama pembanguan pertanian pada tahun 2014 adalah pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan. Dalam rangka pencapaian program swasembada perlu disusun / sasaran produksi dan produktivitas  termasuk gerakan operasional di tingkat lapangan. Untuk peningkatan produksi  pertanian teknologi yang saat ini paling tepat adalah dengan melakukan SLPTT padi dengan cara tanam jajar Legowo  2 : 1  dan melakukan pemupukan berimbang. Diharapkan para penyuluh mengerti dan tahu manfaat dari pemupukan berimbang dan  kelebihan dari cara tanam jajar legowo sehingga petani tidak ragu – ragu dalam penerapan teknologi tersebut. Hasil – hasil teknologi yang di hasilkan Badan Litbang Pertanian, (BPTP) agar dapat di manfaat kan oleh pengguna atau petani sebagai pelaku utama dalam meningkatkan produksi dan produktifitas pertanian.   (Sumber : H. Sahram).

Web Analytics