Berita

Workshop/Sosialisasi Kalender Tanam Terpadu (KATAM) MT II 2014 Kabupaten Sumbawa & Sumbawa Barat

Pin It

Perubahan Iklim (Climate Change) merupakan isu yang banyak diperbincangkan. Salah satu implikasi dari perubahan iklim adalah pergeseran awal dan akhir musim tanam yang berdampak negatif terhadap pola tanam dan produktifitas tanaman. Pemerintah terutama Kementrian Pertanian telah membuat beberapa program atau teknologi untuk antisipasi terhadap perubahan iklim, salah satunya penyusunan kalender tanam Terpadu (KATAM). Kalender Tanam ini menggambarkan potensi pola dan waktu tanam tanaman pangan (Padi dan Palawija) berdasarkan potensi dan dinamika sumberdaya iklim serta ketersediaan air atau informasi tentang awal tanam, pola tanam, potensi luas areal tanam dan rekomendasi teknologi budidaya tanaman pangan (Padi dan Palawija) pada lahan sawah berdasarkan variabilitas dan perubahan iklim serta sifat Tanah. Terkait hal tersebut pemahaman penyuluh atau SKPD terkait perlu ditingkatkan yaitu dengan melaksanakan workhsop dan sosialisasi tentang KATAM.

Di tempat yang berbeda dilaksanakan Workhsop/Sosialisasi Kalender Taman terpadu MT II 2014 pada Kamis (6/3/2014) di Kabupaten Sumbawa yang bertempat di Aula BP4K Kabupaten Sumbawa, sedangkan di Kabupaten Sumbawa Barat  pada Jumat (7/3/2014) dilaksanakan di Aula kantor BKP5K  Kabupaten Sumbawa Barat. Hadir dalam acara yaitu SKPD terkait, Kepala BP4K/BKP5K, Dinas Pertanian Kabupaten, Penyuluh dan UPT Dinas Pertanian se Kab. Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Kegiatan diawali dengan penyerahan KATAM secara simbolis dari BPTP NTB kepada Kepala BP4K & BKP5K Kab. Sumbawa dan Sumbawa Barat, dilanjutkan dengan penyampaian materi. Ada 4 materi yang di bahas yaitu: (1) Informasi KATAM terpadu (awal tanam berdasarkan prediksi iklim, dan cara mengakses KATAM), (2) Rekomendasi Varietas Padi (3) Rekomendasi Paket Teknologi padi dan (4) Rekomendasi Paket teknologi Tanaman Kedelai.

Dalam acara tersebut Kepala BKP5K Kabupaten Sumbawa Barat menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya dengan adanya kegiatan Workhsop ini dimana KATAM ini dapat menjadi acuan bagi petani dalam menentukan jadwal tanam sehingga tidak bergantung pada prediksi kearifan lokal semata. Akhir kegiatan dilakukan pemuktahiran data KATAM  untuk penyempurnaan KATAM berikutnya. (Sumber : Yanti Triguna)

Web Analytics