Berita

Wakil Menteri Pertanian Kunjungi m-KRPL Karya Wanita Lombok Barat, NTB

Pin It

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Dr. Rusman Heriawan  pada Rabu (5/03/14) mengunjungi m-KRPL Karya Wanita, Dusun Dasan Belo, Desa Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Orang nomor dua di jajaran Kementerian Pertanian RI dan rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 Wita diterima Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS, sejumlah SKPD Provinsi dan Kabupaten, PPL Kecamatan Lembar dan anggota KWT Karya Wanita.

Setibanya di lokasi Wamentan langsung meninjau berbagai aktivitas KWT dalam membangun m-KRPL, diantaranya kebun bibit desa (KBD), berbagai jenis tanaman, ternak dan ikan yang terdapat di pekarangan anggota KWT. Ketua KWT Karya Wanita Siti Hartini menjelaskan bahwa pengelolaan KBD dilakukan secara berkelompok, pembagian tugas masing-masing anggota dan jadwal kegiatan disepakati bersama. KBD selain berfungsi sebagai sumber bibit bagi anggota kelompok, KBD yang dikelolanya juga melayani pula permintaan bibit dari luar anggota di sekitar kawasan. Wamentan berpesan agar KBD dikelola secara baik dan diisi bibit sebanyak-banyaknya agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut Wamentan berkenan melakukan panen buah labu botol disaksikan Kepala BPTP NTB, Kepala SKPD terkait Tingkat Provinsi dan Kabupaten, PPL dan anggota KWT serta para wartawan yang meliput kegiatan tersebut. Wamentan juga memanfaatkan waktu yang relatif singkat untuk berdialog dengan anggota KWT. Wamentan memberikan motivasi kepada anggota KWT Karya Wanita agar para ibu rumah tangga senantiasa kreatif dalam memanfaatkan pekarangan dengan aneka tanaman, ternak dan ikan.  Menurut Wamentan, setidaknya ada tiga keuntungan/manfaat m-KRPL, yaitu (1) kehadiran m-KRPL membuat pekarangan rumah menjadi hijau dan segar, (2) menciptakan kesempatan kerja bagi ibu-ibu dan (3) m-KRPL juga memberi manfaat sosial maupun ekonomi. Manfaat sosial misalnya meningkatkan pergaulan yang positif, yaitu memotivasi kaum perempuan untuk lebih banyak bersilaturrahmi. Sedangkan manfaat ekonomi adalah tanpa terasa kehadiran m-KRPL dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga antara Rp.200.000 – Rp.250.000 per bulan.

Menurut Wamentan, agar m-KRPL dapat terus berlanjut perlu diperkuat peran KBD dan dipersiapkan pasar bagi produk m-KRPL. Untuk itu anggota KWT juga harus kreatif, tidak hanya pandai berproduksi, tetapi juga mampu mengembangkan usaha pengolahan hasil guna mengantisipasi produksi pekarangan yang berlebih, misalnya dengan membuat kripik bayam, manisan terong/tomat, dan lain-lain. Selain itu, pola tanam dipekarangan juga perlu diatur dan bervariasi, baik antar anggota maupun antar waktu sehingga tidak terjadi over produksi.

Pada kesempatan tersebut, Wamentan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada KWT Karya Wanita atas keberhasilannya mengembangkan m-KRPL dan berharap agar KWT ini jangan cepat bosan. Ketika ditanya tentang harapan ke depan, Hartini menyampaikan kiranya Bapak Wamentan berkenan memberikan bantuan peralatan pengolahan hasil serta pelatihan. Wamentan meminta perhatian SKPD yang terkait untuk dapat membantu memenuhi permintaan tersebut. (Sumber : Moh. Nazam)

Web Analytics