Berita

Panen Benih Kedelai dan Pengembangan Klaster Usaha Penangkaran Benih Kedelai di Nggembe, Kabupaten Bima

Pin It

Kedelai merupakan komoditas penting di Indonesia karena banyak dikonsumsi dalam bentuk makanan rakyat sehari-hari berupa tahu dan tempe. Selain itu juga ada produk lainnya seperti kecap, susu kedelai, dan juga biomasnya sebagai makanan ternak. Sampai sekarang Indonesia masih mengimpor kedelai lebih dari satu juta ton per tahun. Oleh karena itu Kementerian Pertanian masih menempatkan kedelai sebagai salah satu komoditas utama yang harus ditangani secara serius.

Sebagai daerah sentra kedelai di Indonesia, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kedelai. Salah satu program utamanya adalah dengan upaya pengembangan benih kedelai mendukung peningkatan produksi dan produktivitas. Menteri Pertanian dalam acara panen raya kedelai di Desa Sukarara Kabupaten Lombok Tengah pada tanggal 29 September 2013 lalu menyerahkan bantuan benih sumber kedelai sebanyak 1 ton untuk dikembangkan di NTB. Dari jumlah tersebut, 700 kg ditangkarkan di desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, dan 300 kg ditangkarkan di Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

Benih sumber kedelai varietas Burangrang dan Kaba di Desa Nggembe tersebut ditanam pada awal Desember 2013 dan pada Selasa (04/03/2014) telah dilakukan panen benih kedelai oleh Bupati Bima, Drs. Syafrudin H.M. Nur, didampingi pejabat Badan Litbang Pertanian, Kepala BPTP NTB, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB, Pimpinan Bank Indonesia Cabang Mataram, Direktur Pemasaran Bank NTB, serta disaksikan para pejabat, petugas, penyuluh, petani, dan masyarakat pada umumnya.

Selesai panen simbolis dilanjutkan dengan penandatangan kesepahaman bersama (MoU) antara Bupati Bima, BPTP NTB, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB, BI, Bank NTB, dan Kantor Pertanahan Kabupaten Bima. MoU ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas dan daya saing benih kedelai di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima dalam upaya mencapai swasembada kedelai dalam bentuk proyek pengembangan klaster usaha penangkaran benih kedelai.

Dalam sambutannya, Kepala BPTP NTB, Dr.Ir. Dwi Praptomo S, MS, menjelaskan bahwa pengembangan benih kedelai di desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima ini merupakan upaya untuk mempercepat swasembada kedelai nasional. Benih merupakan komponen penting untuk meningkatkan produktivitas dan produksi, selain sebagai upaya meningkatkan pendapatan petani dalam bisnis benih. Penangkaran benih kedelai di Nggembe ini melibatkan anggota Gapoktan “Lestari” yang beranggotakan 12 kelompoktani, dimana 6 kelompoktani telah bergerak di bidang penangkaran kedelai. Di Nggembe juga telah terbentuk organisasi Asbenindo (Asosiasi Perbenihan Indonesia) yang beranggotakan 250 orang, dan terdapat Asosiasi Penangkar Kedelai (APK) yang beranggotakan 46 orang. Diharapkan dari benih sumber kelas BS sebanyak 1 ton untuk NTB, dapat dihasilkan benih kelas FS sebanyak 10 ton, benih kelas SS sebanyak 250 ton, dan benih ES sebanyak 5.000 ton.

Selanjutnya Kepala BPTP NTB juga menyampaikan bahwa momen panen benih kedelai ini juga dikaitkan dengan penandatanganan MoU dalam upaya pengembangan klaster usaha penangkaran benih kedelai yang diinisiasi Bank Indonesia Cabang Mataram. Adapun fihak yang terlibat dalam pengembangan klaster dan yang telah menandatangani MoU adalah: Bupati Bima, Kepala BPTP NTB, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan NTB, Bank Indonesia Cabang Mataram, Bank NTB, dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bima.

Bupati Bima Drs. Syafurdin H.M. Nur dalam sambutannya sangat menghargai kegiatan ini yang intinya untuk mengembangkan kedelai dalam rangka mencapai swasembada kedelai dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Sektor pertanian di Kabupaten Bima merupakan sektor prioritas karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan potensi lahan pertanian yang begitu besar. Diharapkan pengembangan benih kedelai yang berpusat di Kecamatan Bolo ini menjadi titik ungkit pergerakan ekonomi masyarakat petani. Kerjasama dengan seluruh stakeholder sangat diharapkan, sehingga proyek pengembangan klaster usaha penangkaran benih kedelai ini dapat semakin meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani pada khususnya dan masyarakat pedesaan pada umumnya.

Selesai acara sambutan-sambutan dilanjutkan dengan temu wicara dengan petani. Hal-hal yang mengemukan dalam diskusi antara lain masalah perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan dam atau embung, sarana irigasi, dan masalah permodalan. (Sumber : DPS)

Web Analytics