Berita

Pelatihan Pertanian Konservasi dalam rangka Reducing Disaster Risks Caused by Climate Change In West Nusa Tenggara

Pin It

Perubahan iklim beberapa dekade terakhir berdampak pada luas tanam dan produktivitas Lahan pertanian di Indonesia bagian Timur. Di Nusa Tenggara, perubahan iklim ditandai dengan kejadian banjir selama musim hujan dan kekeringan selama musim kemarau yang semakin sering terjadi. Sementara dari sisi lain, pengelolaan lahan dan tanaman di wilayah ini secara umum kurang memperhatikan pertanian berkelanjutan. Sehubungan dengan hal tersebut FAO bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB telah melaksanakan Workhshop Pertanian Konservasi sebagai langkah awal dari kerjasama. Workhsop dilaksanakan selama 3 hari (25-27/02/2014) di Aula BPTP NTB dengan jumlah peserta 20 orang yang berasal dari lembaga swadaya (PSP) Universitas Mataram, Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian, THL dan petani. Kegiatan pada hari pertama dibuka oleh Kepala BPTP NTB yang diwakili oleh Ir. Sofyan Souri yang menyatakan bahwa BPTP NTB menyambut baik adanya program pertanian konservasi di NTB dan mengungkapkan bahwa penerapan teknologi pertanian konvensional secara luas mengakibatkan dampak negatife bagi penurunan kesuburan tanah dan penggunaan pestisida yang berlebihan berdampak pada pencemaran lingkungan dan makanan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menyadarkan petani akan pentingnya pertanian berkelanjutan.

Acara dipandu langsung oleh Mr. John dan Tim FAO lainnya dengan menyampaikan beberapa materi diantaranya pengolahan tanah secara minimum untuk mengurangi terjadinya pemadatan tanah, pentingnya menggunakan tanaman penutup tanah untuk menjaga kelembaban tanah, penggunaan bahan organik tanah untuk meningkatkan kesuburan tanah, pengendalian Hama Penyakit Tanaman secara mekanis dengan mengurangi pestisida anorganik dan rotasi tanaman untuk pemutusan siklus hama dan penyakit.

Hari ketiga, tim dan peserta melanjutkan dengan kegiatan praktek lapangan yang berlokasi di kebun percobaan Sandubaya di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Praktek dilakukan dengan mencoba 2 metode perlakuan yaitu perbaikan kesuburan tanah dengan penggunaan pupuk organik berupa pupuk kandang dan penggunaan tanaman penutup tanah untuk menjaga kelembaban tanah di lahan kering. Harapan semua pihak terkait semoga kegiatan ini bermanfaat terutama dalam hal memperbaiki struktur tanah, kebuburan tanah, mengurangi erosi dan penggunaan air menjadi lebih efisien. (Sumber : Yanti Triguna)

Web Analytics