Berita

Workshop UPBS BPTP NTB Di Bima

Pin It

Bertempat di aula BP4K Kabupaten Bima kegiatan workshop inventarisasi dan preferensi varietas unggul baru padi telah dilaksanakan, pada Senin (16/12/2013). Workshop di hadiri 60 peserta diantaranya; Kepala BP4K Kabupaten Bima dan Kota Bima, Dinas Pertanian Kabupaten Bima dan Kota Bima, penyuluh dan pengawas benih tanaman pangan dan hortikultura, penangkar, Gapoktan dan Poktan se Kabupaten / Kota Bima.

Workshop dibuka oleh Kepala BP4K Kabupaten Bima Ir. Farid Rendra, yang dalam pengantarnya menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Bima dan Kota Bima sebagai lokasi Workshop. Lebih lanjut Ir. Farid Rendra memaparkan potensi Bima dalam mendukung program swasembada pangan khususnya padi dan kedelai tahun 2014. Menurutnya Kabupaten Bima memiliki potensi yang cukup besar untuk komoditi padi dan kedelai, baik dari sisi SDM maupun sumber lahan yang tersedia. Sasaran tanam kabupaten Bima tahun 2013 adalah 68.932 Ha dengan kebutuhan benih 2.068 ton. Untuk mendukung sistem perbenihan padi jumlah produsen benih padi di Kabupaten Bima sebanyak 97 penangkar dengan total produksi baru mencapai 962 benih pada tahun 2012. Berdasarkan minat varietas unggul baru, petani Bima pada beberapa tahun terakhir cukup baik dalam merespon Inpari yang telah di displaykan oleh BPTP, namun dari karakter Inpari 13 yang sulit dirontok, rentan blast, akhirnya petani mengasumsikan semua Inpari tidak bagus dan menjurus pada penolakan ke semua Inpari, sehingga perlu sosialisasi yang lebih intensif seperti yang sedang dilaksanakan saat ini.

Sementara Kepala BPTP NTB Dr.Ir.Dwi Praptomo S., MS sekaligus sebagai narasumber dengan materi Dukungan Badan Litbang Pertanian Terhadap Perbenihan di daerah, menyampaikan bahwa benih adalah kunci utama keberhasilan budidaya tanaman. Saat ini kementerian pertanian sedang fokus pada program ketahanan pangan yang berkelanjutan. Program peningkatan ketahanan pangan diarahkan untuk mendukung tercapainya 4 (empat) target utama pembangunan pertanian yaitu ; 1)Pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, 2) Peningkatan diversifikasi pangan, 3)Peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, 4) Peningkatan kesejahteraan petani. Pentingnya arti benih dalam kegiatan agribisnis dan peningkatan ketahanan pangan, maka diperlukan upaya peningkatan inovasi varietas unggul yang sesuai dengan preferensi konsumen dan sistem produksi benih secara komersial. Menurut Dr.Ir.Dwi PraptomoS.,MS, BPTP NTB selaku institusi pusat yang ada di daerah terus berupaya untuk berkontribusi pada pembangunan pertanian di NTB, salah satu bentuk dukungan Badan Litbang Pertanian adalah mendesiminasikan VUB padi yang telah dilepas oleh Kementerian Pertanain, dan menyediakan benih sumber varietas unggul baru di UPBS BPTP untuk mempercepat adopsi VUB ke tingkat petani pengguna. Asumsi petani bahwa setiap Inpari kurang bagus merupakan tantangan bagi Badan Litbang Pertanian untuk menyakinkan, karena setiap varietas yang dilepas pemerintah sebenarnya memiliki keunggulan tersendiri, sehingga tugas BPTP untuk mendesiminasikan VUB padi akan terus dilaksanakan, agar petani memahami keunggulan yang sesungguhnya dari masing-masing jenis Inpari. Untuk mengembalikan keyakinan petani terhadap semua varietas Inpari perlu koordinasi dengan penyuluh yang langsung bersentuhan dengan petani di lapangan. Tahun 2013 selain mendesiminasikan VUB padi melalui display VUB, BPTP NTB juga sedang melakukan identifikasi wilayah pengembangan varietas unggul baru untuk mendapatkan peta sebaran VUB. Lebih Lanjut Kepala BPTP NTB juga menyampaikan Bahwa dalam rangka mempercepat swasembada kedelai tahun 2014 BPTP melalui Badan Litbang Pertanian di tugasi untuk menyediakan benih sumber kelas FS, SS dan pengawasan pada pengembangan benih ES dengan sasaran luas tanam di NTB 100.000 ha. Untuk mewujudkan program tersebut maka harus dibangun kerjasama yang baik antar stakeholder.

Materi lainnya yang disampaikan pada workshop inventarisasi dan preferensi VUB padi adalah teknologi produksi benih bermutu dengan nara sumber L. Wirajswadi, MEd. Menurut L. Wirajaswadi, benih berkualitas sangat besar perannya dalam peningkatan produktifitas padi. Produksi padi NTB sesuai ARAM II sebesar 2.161.442 ton dari luas areal tanam 420.000 ha, sehingga dinamika produksi padi NTB akan sangat mempengaruhi kondisi pangan nasional. Dalam 5 tahun terakhir sebelum bantuan benih SL-PTT, jumlah benih bermutu yang dibutuhkan rata-rata 9.019 t/th sedangkan yang tersedia 4.568 t/th (50,65%), sementara dari sisi kemampuan produksi benih oleh penangkar lokal rendah yakni 3,0 t/ha sedangkan ditingkat UPBS rata-rata 4,0 t/ha .

Kesimpulan dari kegiatan workshop adalah sebagai berikut;

1. Ketersediaan benih sumber VUB masih sangat diperlukan, karena untuk bahan perbanyakan benih pada kelas dibawahnya

2. Kegiatan pendampingan petugas penyuluh lapangan di tingkat petani harus lebih ditingkatkan untuk mencapai peningkatan produktifitas tanaman

3. Uji adaptasi masih perlu dilakukan oleh BPTP untuk mendapatkan varietas yang mempunyai adaptasi baik/ spesifik lokasi

4. Petani tidak perlu menanam benih dengan kelas tinggi (label putih, label ungu) karena hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan antar kelas benih.

(Sumber : Sabar Untung)

Web Analytics